Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Peran Besar NU Tangkal Radikalisme di Indonesia

Published 23/01/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
Foto: Kemenag.go.id
Foto: Kemenag.go.id

Malang, LiputanIslam.com— Nahdatul Ulama (NU) memiliki peran besar dalam menangkal radikalisme di Indonesia. Hasil penelitian Balitbangdiklat menyebutkan bahwa pesantren yang berafiliasi dengan NU, menjadikan paham salafiah yang berbasis kitab kuning sebagai ideologinya dan mengedepankan prinsip jalan tengah (tawasuth-middle of the road).

“NU menolak sikap radikal dalam beragama,” ungkap Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abd. Rahman Mas’ud, ketika menjadi Narasumber dalam rangka Dies Natalis ke-34 Universitas Islam Malang, Jawa Timur, Rabu, 21 Januari 2015 seperti dilansir kemenag.go.id.

Dalam paparannya, Mas’ud mengatakan bahwa saat ini kita dihadapkan pada tantangan global yang berdampak pada seluruh aspek, termasuk dalam hal kehidupan keagamaan. Modernisasi telah menyebabkan terjadinya transformasi tradisi dan kehidupan sosial, baik kemajemukan internal maupun diferensiasi struktural.

“Agama sebagai bagian dari tradisi harus berhadapan dengan dua kekuatan utama modernisasi: pluralisme budaya dan kritisme ilmu pengetahuan,” terang Mas’ud. Meskipun demikian, Mas’ud yakin NU mampu bertahan dalam arus modernisasi yang sedang berjalan.

Dalam kesempatan tersebut, Mas’ud juga menyampaikan harapannya agar NU merumuskan upaya strategis, sistematis dan menyeluruh untuk menjaga agar konflik antar dan intern umat beragama serta radikalisme tidak tumbuh & berkembang. Menurutnya, perlu optimalisasi tradisi Bahtsul Masail yang berkembang di NU.

Mas’ud berharap NU dapat mempelopori silaturahmi antartokoh di lingkungan NU, antar-ormas, dialog berkesinambungan bil hikmati wal mauizatil hasanah. Ia juga melihat perlu adanaya pembentukan kader-kader muda perdamaian lintas agama dalam kerangka peace-making. Seluruh elemen, termasuk NU, perlu meningkatkan aksi nyata menangkal radikalisme.

“Karena NU adalah rumah besar bagi muslim Indonesia yang akrab dengan nilai-nilai pesantren, maka peran NU dalam menangkal radikalisasi sangat diharapkan,” pungkas Mas’ud.

Hasyim Muzadi Ingatkan Bahaya Radikalisme

Di kesempatan  yang sama, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) K.H. Hasyim Muzadi mengingatkan adanya ancaman paham keagamaan transnasional yang masuk ke Indonesia. Untuk itu, menurut dia, perlu sinergi dalam mengatasinya antar kementerian.

“Action plan perlu disusun dari hulu sampai hilir, tidak cukup seminar-seminar di hotel berbintang.  Konsep moderasi perlu disosialisasikan hingga kecamatan.  Dalam hal ini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kementerian Agama perlu diperankan,” kata Hasyim Muzadi.

Sementara itu, mantan Menteri Agama  Tholhah Hasan menjelaskan bahwa radikalisme dan liberalisme dalam sejarah Islam telah lama berlangsung.  Kedua paham ini jika dirunut dalam tradisi Islam muncul sejak munculnya paham khawarij dan mu’tazilah.

“Kita dapat mengambil hikmah dari sejarah tersebut dan masih relevan saat ini yakni faham/keyakinan ketika menjadi alat untuk mempertahankan kekuasaan itu cenderung radikal,” ungkap Tholhah.

Ia berpendapat, radikalisme maupun liberalisme, keduanya tidak baik untuk menjamin keberlangsungan Islam di masa depan.  Menurutnya, terdapat banyak cara untuk mencegah radikalisme dan liberalisme agama, salah satunya adalah melalui pendidikan multikultural. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account