Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Babinsa Jadi Penyuluh Pertanian, Dikritik

Published 17/01/2015 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membonceng motor Babinsa di Kalteng (foto:Kompas)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membonceng motor Babinsa di Kalteng (foto:Kompas)

Jakarta, LiputanIslam.com–Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, saat ini Indonesia defisit 20.000 penyuluh pertanian. Karena itulah TNI Angkatan Darat akan dilibatkan. Sebanyak 50.000 personel Babinsa akan diaktifkan menjadi tenaga penyuluh pertanian. Hal ini dikritik ahli pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa.

Menurut Andreas, seperti dikutip Kompas (16/1), langkah Menteri Amran mengindikasikan pemerintah masih menganggap petani sebagi obyek dan perlu diberikan pendampingan top-down.  Andreas yang juga anggota tim transisi Jokowi ini menilai, banyak hal melenceng yang dilakukan Presiden Jokowi dari konsep pembangunan pertanian, yang dulu disusun bersama dengan pokja pangan tim transisi.

Misalnya, sebut Andreas, banyak target-target yang muncul belakangan, diduganya mengakomodir para ‘pembisik’.

“Saya khawatir pemerintah terjebak dalam target dari si pembisik yang terlalu bombastis sehingga melakukan segalanya ‘at all cost’. Apalagi dengan target surplus 20 juta ton beras,” kata dia.

Selain target produksi 20 juta ton beras, Andreas menuturkan, target seperti swasembada pangan pada 2017 juga dinilai sangat sulit direalisasikan.

Tim transisi, kata Andreas, tidak pernah sama sekali menyebut bahkan menaksir swasembada pangan bisa dicapai pada 2017. Ia khawatir, cara apapun akan ditempuh, termasuk mengundang lebih banyak investor asing untuk menggarap lahan pertanian di Indonesia – demi mengejar target swasembada pangan.

Padahal, lanjut Andreas, hakikat kedaulatan pangan adalah land reform, dimana tanah pertanian benar-benar digarap oleh petani Indonesia.

Menurut Andreas, jika persoalannya adalah kurangnya tenaga penyuluh, sebetulnya pokja pangan tim transisi sudah menyusun konsep untuk melibatkan petani pelopor, para dosen pertanian, serta peneliti.

“Kalau hanya kurang 20.000, jumlah petani pelopor kita ada jutaan. Sangat cukup untuk diberdayakan untuk membantu petani lain. Di negara-negara maju, yang namanya penyuluh pertanian itu, seperti di Amerika Serikat, bahkan adalah para profesor,” ucap Andreas. (fa)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account