Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Al Jazeera Sudah Sadar tentang Konflik Suriah?

Published 05/01/2015 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

al jazeeraLiputanIslam.com — Ide tentang menumbangkan regim Bashar al Assad kini tinggal di awang-awang. Setelah hampir empat tahun negara-negara barat dan sekutu-sekutu regionalnya mengeroyok Suriah habis-habisan, Bashar al Assad tetap kokoh kekuasaannya. Bahkan secara politik kekuasaan Bashar al Assad justru semakin kuat, setelah dalam pemilihan presiden tahun lalu ia berhasil meraih suara mayoritas, menjungkalkan tuduhan barat dan sekutu-sekutu Arabnya tentang legitimasi Bashar al Assad yang lemah.

Dalam konteks itulah maka AS dan sekutu sekutunya telah meninggalkan ide “penggulingan Bashar” dan mencari kompensasi lain, yaitu menguasai wilayah gurun di timur Suriah hingga barat Irak melalui kaki tangannya, ISIS. Dengan langkah ini maka ide memecah belah Suriah dan Irak semakin mendekati kenyataan. Dalam skenario AS, wilayah yang dikuasai ISIS itu bakal menjadi negara “Khilafah” baru yang terpisah dari Suriah dan Irak.

Dalam konteks yang sama, Al Jazeera, media corong pemerintah Qatar, tempak turut mengubah haluannya terkait konflik di Suriah. Mereka tidak lagi menyebut pemberontak Suriah sebagai “pejuang”. Mereka juga tidak lagi canggung untuk menyebut kesalahan “Free Syrian Army”.

Wartawan media Lebanon Al Akhbar Wissam Kanaan, dalam tulisannya akhir tahun lalu, menyebutkan bahwa Al Jazeera bahkan membatalkan buletin khusus tentang Suriah dan memindahkan wartawan-wartawannya ke departemen lain. Pada saat yang sama liputan-liputan tentang Suriah juga mengalami penurunan kuantitas.

Menurut Wissam, beberapa wartawan senior Al Jazeera mengatakan kepadanya bahwa kebijakan tersebut semata-semata masalah administrasi yang tidak terkait dengan perkembangan politik Timur Tengah. Mereka merujuk pada buletin khusus tentang Mesir dan Arab Maghreb (Afika Utara) yang juga dibatalkan. Menurut mereka Al Jazeera kini akan kembali ke khittah-nya sebagai media massa yang profesional dengan bersikap tidak memihak dalam konflik politik.

Tentang kuantitas liputan Suriah wartawan Al Jazeere juga membantahnya seraya menyebutkan bahwa rata-rata 80 berita tentang Suriah ditayangkan setiap bulannya, belum termasuk wawancara dan laporang langsung. Lebih jauh mereka juga menyebutkan bahwa jumlah wartawan yang bertugas di Suriah juga meningkat, kecuali di wilayah Raqqa dan Deir al-Zour yang diduduki ISIS.

Mereka juga menegaskan bahwa Al Jazeera adalah satu-satunya stasiun televisi yang masih memiliki kantor biro di Suriah dan wartawan-wartawannya masih bisa melakukan siaran langsung dari Suriah dan hal inilah yang masih bisa menjadi kebanggaan bagi Yasser Abu Hilala, direktur baru Al Jazeera.

“Saya melihat perubahan dalam kebijakan Doha terhadap Damaskus, yang akan berlangsung secara bertahap, dan berdampak pada cakupan Al Jazeera, yang mengikuti instruksi (pemerintah) dengan tepat,” tulis Wissam Kanaan mengutip komentar seorang pembuat film dokumenter dan pengamat Timur Tengah.

Perlu dicatat bahwa di luar kawasan yang dikendalikan oleh pemerintahan Bashar al Assad, Al Jazeera bekerjasama dengan aktivis oposisi, beberapa di antaranya bahkan menjadi “koresponden”, meskipun banyak dari mereka tidak pernah menjadi wartawan sebelum dan tidak ada yang memiliki ide tentang kualifikasi wartawan.

Penegasan personil Al Jazeera bahwa apa yang terjadi hanyalah masalah administrasi, mengundang pertanyaan. Semua orang menyadari hal ini, termasuk Penyiar Majid Abdul Hadi yang menyampaikan informasi ini kepada wartawan Suriah di Gaziantep di mana stasiun televisi ini membuka kantor baru. Kantor ini dijalankan oleh Ahmed Abda, dimana tugasnya mengawasi laporan-laporan tentang Suriah dalam saluran. Ahmed juga saudara dari tokoh oposisi Anas Abda yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin.

Namun Wissam menolak pernyataan ini. Dia mengatakan, “Semua jawaban yang saya punya sekitar masalah ini dari personel Al Jazeera mengklaim hal ini semata rencana administrasi, tapi saya ragu. Saya melihat perubahan dalam kebijakan Doha terhadap Damaskus, yang akan berlangsung secara bertahap, dan berdampak pada cakupan Al Jazeera, yang mengikuti instruksi yang tepat,” tambahnya.

“Tampaknya ada keinginan untuk meminggirkan isu tentang Suriah lebih dari satu tingkat,” tulis Wissam Kanaan.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account