Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Rupiah Makin Loyo, Apa Penyebabnya?

Published 16/12/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

uang dollar rupiahJakarta, LiputanIslam.com — Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mengalami pelemahan yang signifikan. Nilai rupiah di pasar spot, pada Senin, 15 Desember 2014, ditutup dalam kondisi melemah 1,98 persen di level 12.714 per dollar AS. Apa penyebabnya?

Menurut Jonathan Cavenagh, currency strategist Westpac Banking Corp, rupiah semakin tak bertenaga seiring spekulasi perusahaan di Indonesia ramai-ramai membeli dollar AS sebelum akhir tahun.

Selain itu, terjadi penarikan dana besar-besaran oleh investor asing. Data Kementerian Keuangan menunjukkan, sepanjang bulan ini hingga 11 Desember 2014, nilai penarikan dana oleh investor asing mencapai Rp 10,09 triliun atau 801 juta dollar AS dari pasar obligasi.

Pemicu penarikan dana tak lain disebabkan oleh spekulasi adanya prospek kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat. Kondisi itu akan membuat permintaan aset-aset emerging market akan tergerus. Tak terkecuali Indonesia.

“Perusahaan yang membutuhkan dollar jelang akhir tahun ramai-ramai membeli dollar. Arus dana asing yang keluar dari pasar obligasi juga tidak membantu rupiah,” jelasnya.

Ekonom Lana: Rupiah Melemah Karena Harga Minyak Jatuh

Ekonom Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menilai, jatuhnya harga minyak merupakan salah satu pemicu rupiah melemah.

“Tekanan harga minyak dunia yang di bawah 60 dollar AS per barrel memunculkan ekspektasi terjadinya resesi,” ucap Lana.

Pada masa mendatang, diperkirakan bakal terjadi pemangkasan permintaan minyak. Resesi mungkin akan berlanjut di semua negara. Lana juga melihat adanya ekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya. Akibatnya, orang-orang lebih memilih memegang dollar AS sebagai safe haven.

“Tapi perlu juga diketahui, dibanding mata uang lain, pelemahan rupiah tidak sebesar mata uang lain secara year to date (ytd). Ringgit Malaysia turun 7 persen ytd, won 5 persen ytd, yen 16 persen ytd, rupiah hanya 3 persen ytd,” jelas Lana.

Pelemahan rupiah terlihat begitu besar karena level nominalnya juga besar dibanding dollar AS. Namun, Lana melihat bahwa pelemahan rupiah tak seburuk mata uang lain. Hingga tutup tahun ini Lana memperkirakan nilai tukar masih akan di kisaran 12.300 per dollar AS, jauh dari perkiraan awalnya yang sebesar 11.800 per dollar AS.

Indef Enny Sri Hartati: Utang Jatuh Tempo Tinggi

Tingginya utang jatuh tempo di Desember 2014 yang mencapai 20-30 persen dari total utang, dinilai sebagai faktor melemahnya rupiah terhadap dolar AS.

“Sebesar 20-30 persen dari total utang pemerintah banyak yang jatuh tempo di Desember ini dan perusahaan-perusahaan baik BUMN dan swasta akan membayar dividen, jadi mereka butuh USD, sehingga imbasnya menekan rupiah yang kian merosot,” kata Ekonom Indef Enny Sri Hartati.

Dia menjelaskan, investor masih melihat Indonesia merupakan negara yang bagus dalam menjalankan investasi, faktor investasi bukan melihat dari pelemahan rupiah terhadap dollar, melainkan iklim investasi yang ada di Indonesia.

“Masih positif dan kondusif investasi. Langkah saat ini bagus untuk mengurangi impor bahan baku, agar bahan baku lebih diprioritaskan di dalam negeri,” ungkap dia.

Menurut dia, Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral harus berani dalam situasi saat ini, lanjut dia, harus ada penguatan domestik, seperti bahan komoditas dan sektor riil. Sehingga BI diharapkan jangan menaikkan kembali suku bunga acuan (BI Rate) disaat kondisi rupiah yang melemah.

“BI jangan naikkan BI Rate di saat Rupiah melemah, intervensi ke pasar itu harus berani, agar negatifnya Rupiah kembali membaik dan tidak menyentuh batas psikologisnya,” jelas Enny. (ba/kompas/metrotv)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account