Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Targetkan Swasembada Perikanan, Menteri Susi Minta Stop Impor

Published 16/12/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
foto: merdeka
foto: merdeka

Kotabaru, LiputanIslam.com — Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menyatakan sudah saatnya nelayan tangkap dan nelayan budidaya Indonesia menjadi swadaya dan swasembada di bidang perikanan, karena untuk penyediaan pakan ikan, semua bahan bisa tersedia di Indonesia.

“Kalau terus impor akan menjadi beban yang sangat besar bagi nelayan,” ujarnya dalam dialog dengan nelayan di Desa Sigam, Kotabaru.

Selama ini, pakan ikan dan beberapa peralatan budidaya ikan yang digunakan nelayan merupakan produk impor, sehingga butuh biaya yang cukup besar karena terpengaruh dengan nilai dolar untuk membelinya.

“Kalau nilai dolar Amerika sampai tembus Rp15 ribu per dolar, bagaimana nasib nelayan, mau makan apa untuk keluarga, karena harus memikul beban yang begitu besar,” kata dia.

Dari laporan antaranews.com, Susi mengimbau para nelayan mau belajar dalam segala hal terkait pencaharian sebagai nelayan, seperti membuat kreativitas dalam pembuatan pakan ikan, begitu juga dengan filter atau penyaring, jadi tidak perlu impor.

“Sebenarnya bahan apapun dalam penyediaan pakan ikan semuanya lengkap tersedia di sekitar kita, tinggal bagaimana kreativitas dan belajar. Contohnya dengan mengoptimalkan hasil laut, seperti rumput laut dan cangkang kerang bisa bikin bahan pakan alami,” tandasnya.

Susi menilai, pemakaian bahan lokal dan alami lebih menjamin ketersediaan dan lebih bersinambungan. Sehingga, lanjut Susi, lebih baik menggunakan bahan alami dan ramah lingkungan.

“Kita minta kepada kementerian agar tidak membuat program yang menggunakan banyak rekayasa, sehingga masyarakat hanya menggantungkan pada rekayasa tersebut, akibatnya jika sistemnya gagal karena terbatasnya kapasitas, maka akan gagal panen dan nelayan rugi. Maka kembalikan pada sistem alam, jauh lebih baik,” ujarnya.

Susi mencontohkan mencontohkan budidaya kerang, yang cangkangnya bisa dibuat tepung bahan pakan.

Sementara itu, Dirjen Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Subagiyo, menambahkan pakan ikan yang digunakan para nelayan budidaya Indonesia selama ini masih didominasi produk-produk impor, dengan komposisi 75 ribu ton per tahun, sedangkan produk dalam negeri hanya sekitar 45 ribu ton per tahun.

“Fakta di lapangan, saat ini bahan tepung ikan untuk pakan dalam negeri masih lebih kecil dibanding tepung produk impor, untuk itu kita akan memperbanyak tepung dalam negeri dan mengurangi impor untuk pakan,” ujar Slamet.

Dengan komposisi tersebut, lanjut dia, pemerintah menargetkan tahun depan produk tepung dalam negeri akan ditingkatkan hingga 50-60 ribu ton, untuk mengurangi dominasi pemakaian tepung impor.

“Upaya tersebut akan terus ditingkatkan sampai satu saat tepung ikan dalam negeri lebih banyak dan dominan dari impor, karena jika melihat keunggulan produk sebenarnya untuk ketahanan ikan lokal, tentunya lebih bagus dengan produk lokal karena kandungannya cenderung alami dan kaya dengan nutrisi nabati,” katanya.

Hal itu, katanya, tentu sesuai dengan habitat aslinya ikan lokal, sedangkan kandungan tepung impor belum tentu sesuai dengan kebutuhan ikan lokal. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account