Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Timur Tengah

Iran Resmi Kutuk Aksi Penyanderaan Atas Nama Islam di Sidney

Published 16/12/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

penyanderaan di australiaTeheran, LiputanIslam.com – Pemerintah Republik Islam Iran secara resmi mengutuk aksi penyanderaan di Lindt Chocolate Cafe, Martin Place di CBD (Central Business District), Sydney, Australia, yang terjadi dan berakhir Senin kemarin (15/12) dan pelakunya disebut-sebut berasal dari Iran.

“Mengandalkan metode tidak manusiawi seperti ini serta menebar ketakutan dan kepanikan atas nama Islam tidak dapat dibenarkan dalam kondisi bagaimanapun,” ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marziyeh Afkham, sebagaimana dilansir Press TV.

Dia menambahkan bahwa polisi Austalia telah memantau sepenuhnya kondisi kejiwaan pelaku penyanderaan yang telah berimigrasi ke Australia sejak dua dekade silam.

Menurut laporan media lokal Australia, pelaku penyanderaan adalah pria berdarah Iran yang telah menetap di Australia sejak 18 tahun silam.

Motivasi penyanderaan belum diketahui secara persis, namun ada indikasi bahwa aksi itu terkait dengan negara-negara penyokong terorisme, termasuk Amerika Serikat, Israel dan beberapa rezim di Timur Tengah yang mendukung kelompok-kelompok radikal takfiri semisal Front al-Nusra dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Perdana Menteri Australia Tony Abbott menyatakan pihaknya belum mengetahui motif aksi penyanderaan itu.

“Kami tidak tahu apakah ini bermotif politik, walapun ada beberapa indikasi bahwa hal itu bisa (saja bermotif politik),” tuturnya kepada wartawan Senin kemarin.

Pada 1 Desember lalu pelaku penyanderaan telah memosting pesan di media sosial Twitter berisikan pernyataan yang menyebut Iran dan semua pendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad sebagai teroris.

Aparat keamanan Australia akhirnya dapat mengatasi drama penyanderaan setelah berlangsung lebih dari 16 jam. Sayangnya, operasi pembebasan sandera menelan korban jiwa. Selain pria bersenjata yang diketahui sebagai pria kelahiran Iran tersebut, dua sandera juga terbunuh dalam operasi tersebut. (Baca: 3 Tewas dalam Penyanderaan Sydney)

Saat peristiwa penyanderaan berlangsung, terlihat beberapa korban yang ketakutan membentangkan bendera hitam dari balik kaca jendela kafe. Bendera bertuliskan kalimat berbahasa Arab itu diduga milik kelompok teroris Front al-Nusra yang bercokol di Suriah.

Dalam beberapa bulan terakhir pemerintah Canbera meningkatkan pantauannya terhadap orang-orang yang pulang dari Suriah dan Irak dan diketahui terlibat dalam operasi teror di dua negara Arab tersebut.

Awal bulan ini pemerintah Canberra mengumumkan sedikitnya 20 teroris asal Australia yang ikut berperang bersama kelompok-kelompok teroris, termasuk ISIS, terbunuh di Irak dan Suriah, sementara jumlah total warga negara Australia yang bergabung dalam gerakan terorisme ISIS di sana mencapai 90 orang lebih. (mm)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account