Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Traveling

Berziarah ke Makam Nabi Hayqooq (2)

Published 13/12/2014 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

Oleh: Aura Illiya*

(foto: entezaremahtab.com)
(foto: entezaremahtab.com)

Saya menghembuskan nafas lega. Akhirnya, setelah melewati perjalanan yang berliku-liku, kami sampai juga makam Nabi Hayqooq as. Beliau adalah salah satu di antara sekian banyak nabi-nabi yang diutus Allah, meskipun tidak tercantum dalam Al Quran. Nama beliau disebut di dalam Kitab Perjanjian-Lama (Old-Testament).

Ada peristiwa unik dalam kehidupan Nabi Hayqooq as, yaitu  ketika beliau masih berada di Judea (sekarang berada di wilayah selatan Palestina). Beliau pernah memasak suatu makanan, lalu malaikat datang kepada beliau dan  meminta beliau untuk mengantarkan makanan tersebut kepada Nabi Daniel as. Nabi Daniel adalah seorang nabi dari Bani-Israel yang ketika itu berada di Babylon (sekarang berada di wilayah tengah-selatan Iraq, propinsi Babel) dan sedang berada di dalam penjara berupa kandang singa bersama singa-singa.

Nabi Hayqooq as berkata kepada malaikat itu bahwa beliau tidak tahu di mana keberadaan Babylon dan penjara tersebut. Malaikat itu pun dalam sekejap mata membawa Nabi Hayqooq as ke hadapan Nabi Daniel as di dalam penjara bersama singa-singa di Babylon. Setelah Nabi Hayqooq as memberikan makanan yang dimasaknya kepada Nabi Daniel as, dalam sekejap mata pula beliau diantarkan malaikat kembali ke Judea.

Beberapa waktu berselang, Nabi Hayqooq pun bermigrasi dari Judea ke Babylon untuk berdakwah. Di Babylon, Nabi Hayqooq as pernah ditangkap dan dipenjara oleh penguasa Babylon saat itu, yaitu raja Nebuchadnezzar, selama beberapa tahun. Kemudian, beliau berhasil bebas dari penjara lalu bermigrasi ke Iran (yang pada masa itu bernama Ecbatana) bersama Nabi Daniel as. Seperti juga Nabi Hayqooq, Nabi Daniel as tidak disebut secara eksplisit di dalam Al-Qur’an, tapi ada disebutkan dalam berbagai literatur muslim lainnya. Nabi Daniel as juga disebut di dalam Kitab Perjanjian-Lama. Kuburan Nabi Daniel as juga berada di Iran, yaitu di kota Shoush (Susa) di propinsi Khuzestan di daerah Iran sebelah barat-daya.

Nabi Hayqooq as tinggal di Iran hingga meninggal dunia. Dan sinilah, di kota kecil bernama Toyserkan, saya menginjakkan kaki untuk menziarahi beliau.

lukisan Nabi Hayqooq/Habakkuk (sumber: wikipedia)
lukisan Nabi Hayqooq/Habakkuk (sumber: wikipedia)

Mausoleum Nabi Hayqooq as

Mausoleum (bangunan kuburan) Nabi Hayqooq as berada di sebelah ujung barat-daya kota Toyserkan. Bangunan itu tampak ‘sendirian’ berdiri di tengah-tengah area terbuka lapangan dan taman yang cukup luas. Orang-orang Iran biasa menyebutnya sebagai Haram Nabi Hayqooq as. Di latar belakang sebelah utara dari bangunan kuburan Nabi Hayqooq as tampak gunung-gunung yang berselimut salju.

Sore itu, lapangan dan taman ramai oleh orang-orang yang sedang duduk-duduk, jalan-jalan, berolah-raga, atau sekadar bermain bersama rekan mereka. Lapangan dan taman itu cukup bersih dan terawat sehingga cukup nyaman bagi kita untuk berlama-lama duduk di sana. Di sana-sini ada tumpukan salju.

Saya melihat orang-orang keluar-masuk ke bangunan kuburan Nabi Hayqooq as. Para wanita  yang tampak keluar-masuk bangunan kuburan Nabi Hayqooq as semua mengenakan chadur. Ada yang berwarna hitam, tapi ada juga yang bermotif bunga dengan berbagai warna. Orang-orang Iran memang percaya bahwa ketika berziarah kepada orang-orang suci, untuk menghormati orang-orang suci yang diziarahi tersebut, para wanita hendaknya memakai chadur . Mungkin chadur bagi wanita Iran adalah seperti wanita Indonesia memakai mukena.

Bangunan gedung ziyarahgoh Nabi Hayqooq as berukuran kecil, hanya cukup maksimum 6 – 8 orang saja yang berada di dalamnya dalam satu waktu. Orang-orang membaca ziyarahnameh (doa ziarah) atau Al-Qur’an untuk dihadiahkan kepada Nabi Hayqooq as. Pusara Nabi Hayqooq as tepat berada di bawah kubah bangunan mausoleum dan tepat berada di tengah-tengahnya. Pusara itu tertutup batu dan kayu sedikit berukir yang terlihat sangat tua. Ukuran pusara setinggi kira-kira 1 meter, panjang sekitar 2 meter, dan lebar sekitar 1 meter. Di atasnya ada kain yang menutupinya, semacam taplak yang cantik, berwarna hijau. Juga ada bunga-bunga segar dalam pot (padahal waktu itu masih musim dingin), dan ada kitab suci Al-Qur’an.

papan informasi di makam nabi Hayqooq
papan informasi di makam nabi Hayqooq

Saya tadinya mengira akan menemukan Kitab Perjanjian-Lama (Old-Testament, dimana Kitab Taurat merupakan bagian dari Kitab Perjanjian-Lama) dan Kitab Perjanjian-Baru (New-Testament, dimana Kitab Injil adalah bagian dari Kitab Perjanjian-Baru) juga di sini, tapi ternyata yang ada di sini hanya Al-Qur’an.

Di dinding dalam bangunan gedung terpasang gambar-gambar Nabi Hayqooq as seperti yang diyakini oleh kaum Yahudi dan kaum Nasrani/Kristen dengan sedikit tulisan-tulisan dalam bahasa Ibrani di bawahnya. Ada juga gambar-gambar yang bertuliskan huruf latin / romawi.Saat mengobrol dengan penjaga, saya mengetahui bahwa orang-orang Nasrani dan Yahudi pun cukup banyak yang berziarah ke mausoleum ini, namun pada waktu-waktu tertentu saja.

makam nabi Hayqooq dari kejauhan (foto:Aura)
makam nabi Hayqooq dari kejauhan (foto:Aura)

Saya sempat sebentar mendongakkan kepala saya ke atas, melihat bagian langit-langit bangunan. Indah juga struktur langit-langit bangunan itu, bentuknya adalah spherical (setengah bola), bentuk khas langit-langit bangunan-bangunan kuno Iran dari masa-masa abad ke 6 atau ke 7 sesudah hijrah. Dengan ada sedikit hiasan-hiasan yang sudah memudar pada langit-langit itu. Ada lampu-lampu kristal menggantung dari langit-langit dan menyala terang.

Tak terasa, waktu berlalu cepat. Suara orang membaca Al-Qur’an sebelum datang waktu adzan Maghrib mulai berkumandang dari loud-speaker mesjid di dekat lapangan. Saya dan Aras pun segera membaca doa ziyarah wida’ (berpamitan), dan bergegas menuju masjid. Alhamdulillah… akhirnya keinginan saya untuk berziarah kepada seorang Nabi Allah yang mempunyai jalan hidup unik ini bisa terlaksana.(LiputanIslam.com)

Berziarah ke Makam Nabi Hayqooq bagian pertama

*Aura Illiya adalah warga Indonesia yang sedang bekerja di Teheran

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Traveling

Wisatawan Batalkan Pesanan Hotel Gara-Gara Hoax Jogja Merah

By Rachel
Traveling

Taman Nasional Karimunjawa Dibuka 16 Oktober, Lihat Syarat Kunjungannya!

By Rachel
Traveling

Mengenal Virtual Tour, Jalan-Jalan Digital di Masa Pandemi

By Rachel
Traveling

Pantai Padang Betuah Bengkulu, Destinasi Baru yang Mempesona

By Rachel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account