Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

6 Eks Tahanan Guantanamo Tiba di Uruguay

Published 08/12/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

tahanan guantanamoMontevideo, LiputanIslam.com — Enam tahanan Guantanamo telah dipindahkan ke Uruguay dan tiba sebagai manusia bebas di ibukota negara itu, Montevideo, Minggu (7/12). Demikian BBC melansir, Senin (8/12).

Ini menyusul pernyataan pemerintah Uruguay beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa Uruguay siap untuk menerima para tawanan itu – empat dari Suriah, satu dari Palestina dan satu dari Palestina, sebagai bentuk sikap kemanusiaan.

Keenam orang itu ditahan sejak 12 tahun lalu karena dugaan keterkaitan dengan kelompok Al Qaida, meski mereka tidak pernah diadili sama sekali. Presiden Jose Mujica menyebut mereka sebagai “korban penculikan yang kejam”.

Seorang pengacara dari Abu Wa’el Dhiab (43 tahun), satu di antara mantan tahanan itu, mengatakan kliennya merasa gembira bahwa Uruguay bersedia menampung dan membebaskan mereka.

“Ia menganggap bahta ini (Uruguay) adalah rumahnya,” kata Cori Crider, pengacara dari kelompok pembela HAM “Reprieve” kepada Associated Press.

“Pada saat ini tujuan utamanya adalah sekedar menjadi lebih baik, dan juga tentu saja ia ingin berjumpa dengan istri dan anak-anaknya,” tambahnya.

Sebelum dibebaskan Dhiab telah menjalani mogok makan memprotes penahanannya di Guantanamo yang tidak adil.

Sementara itu pemerintah Uruguay, setelah kedatangan ke-6 orang itu mengatakan bahwa mereka telah dibawa ke rumah sakit militer untuk menjalani pemeriksaan medis.

Di sisi lain, pemerintah AS menyambut baik prakarsa pemerintah Uruguay untuk menampung mantan tahanan itu sebagai bagian dari program AS untuk menutup fasilitas tahanan militer yang terletak di Cuba itu.

“AS berterima kasih kepada pemerintah Uruguay atas kesediaannya untuk mendukung usaha-usaha AS untuk menutup Pusat Penahanan Guantanamo Bay,” kata Kemenhan AS dalam pernyataan yang dikeluarkan.

Presiden Barack Obama semasa kampanye tahun 2008 telah berjanji untuk menutup pangkalan tersebut sebagai tampat penahahan militer.

Saat ini sekitar separoh dari 136 orang tahanan yang masih berada di sana telah dinyatakan siap untuk dibebaskan, namun masih harus menunggu negara yang bersedia menampung mereka. Sementara negara asal mereka masih dalam kondisi kacau.

Presiden Uruguay Mujica sendiri adalah mantan tahanan militer selama berkuasanya regim militer di Uruguay tahun 1970-an hingga 1980-an. Namun keputusannya menampung para mantan tahanan “terorisme” itu kurang mendapat dukungan warganya. Dalam sebuah jajak pendapat yang digelar bulan Oktober lalu memperlihatkan 58% warga Uruguay menentang keputusan tersebut.

Mujica yang kini telah pensiun, mengambil keputusan untuk menerima para tahanan itu pada bulan Maret lalu. Namun pelaksanaannya tertunda karena adanya pemilu bulan November lalu yang dimenangkan kandidat yang didukungnya.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account