Raqqah, LiputanIslam.com — Militan radikal di Suriah mengontrol wilayah Raqqah dan Aleppo memaksa gadis Suriah untuk menikah dengan mereka, dengan cara menekan keluarganya.
Menurut media al- Sharq al- Owsat, yang dikutip oleh Al-Alam News, daerah Suriah yang dikontrol oleh militan ISIS/ISIL menghadapi gelombang kawin paksa terhadap gadis-gadis mereka. Menurut informasi, pernikahan ini berlangsung tidak lebih dari dua bulan karena militan dipindahkan ke berbagai wilayah pertempuran ataupun pergantian komando pasukan.
ISIS/ISIL telah membentuk pemerintahan tersendiri di Raqqah dan memerintah menurut hukum agama versi pemahaman mereka, yang cenderung ekstremis.
Seorang gadis yang bernama Fatima Abdullah Abu, memilih bunuh diri karena dipaksa menikah dengan militan dari Tunisia yang merupakan anggota ISIL. Kematiannya menyebabkan reaksi yang keras dari para penduduk setempat. Beberapa waktu yang lalu, seorang komandan ISIL hendak menikahi seorang gadis Suriah di Raqqah, yang sayangnya ditolak. Akibatnya, si gadis dipukul keras karena penolakannya untuk dinikahi.
ISIL mengontrol penuh daerah Raqqa setelah bentrokan mematikan dengan Tentara Suriah dan juga oposisi Suriah yang menewaskan ratusan jiwa. Sejak mengambil alih Raqqah, ISIS melarang musik, melarang rokok dan bagi pelanggar diancam dengan hukuman berat, seperti dicambuk. (LiputanIslam.com/AF)