Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Perlakuan Australia, Ada Udang di Balik Batu?

Published 23/11/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
foto: AP
Presiden Jokowi dan PM Abbott (foto: AP)

Jakarta, LiputanIslam.com–Pengamat Hukum Internasional dari Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengendus adanya ‘udang di balik batu’ atas sikap Australia terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, Australia ingin agar Jokowi mendukung kebijakan negara itu terhadap pencari suaka.

Perlakuan istimewa yang diterima oleh Presiden Joko Widodo dari Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, terlihat sejak masa pelantikan Jokowi. Abbot datang langsung menghadiri pelantikan Jokowi sebagai Presiden RI. Kemudian, ketika Jokowi bersedia hadir di forum KTT G20, Abbot tak bosan memberikan sanjungan.  Sebuah koran Australia bahkan membuat ‘penyambutan’ di halaman pertamanya, berisi gambar seluruh pemimpin negara yang hadir di G20. Dalam gambar itu, Jokowi terlihat menjadi juru masak dan mengenakan celemek. Dalam budaya Australia, ketika ada jamuan makan bergaya barbeque di taman, justru tuan rumah-lah yang memasak. Hal ini menyiratkan bahwa Jokowi disanjung sebagai tuan rumah dalam KTT G20.

“PM Tony Abbott menyanjung Presiden Jokowi dengan maksud agar kebijakan unilateral penanganan pencari suaka bisa berjalan mulus,” demikian analisis Prof Hikmahanto dalam keterangan tertulisnya,  yang dikutip VIVAnews (21/10).

Hikmahanto mengingatkan Pemerintah Indonesia agara bertindak tegas terhadap Australia, terkait kebijakan baru pencari suaka itu.

Dalam kebijakan baru pencari suaka Australia yang diumumkan oleh Menteri Imigrasi, Scott Morrison pada Selasa (18/10), Negeri Kanguru itu tidak akan lagi menerima para pencari suaka yang mendaftar ke Badan PBB, UNHCR di Jakarta lewat dari bulan Juni 2014. Morrison beralasan kebijakan itu untuk mencegah para pencari suaka datang ke Indonesia.

Padahal, saat ini sudah terdapat sekitar 10 ribu pencari suaka yang menunggu di Indonesia untuk bisa ditempatkan di Australia. Pengacara Imigrasi dan Pengungsi, David Manne, menyebut akibat kebijakan itu, status puluhan ribu pencari suaka itu bisa tidak jelas. Ujung-ujungnya mereka akan tersandera dan menetap di Indonesia, sehingga akan memberi beban tambahan sosial bagi pemerintah.

Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Yasonna Laoly, telah bersuara atas kebijakan baru pencari suaka Australia. Keduanya menyayangkan kebijakan sepihak yang masih diterapkan oleh pemerintahan Abbott. (baca: Australia Perlakukan Pengungsi Bagai Sampah)

Retno telah memanggil Duta Besar Australia untuk RI, Greg Moriarty. Sementara, Yasonna, mengatakan kebijakan baru pencari suaka Australia, akan memberikan beban tambahan bagi Indonesia. (fa)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account