Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Polisi Bentrok dengan Pengikut “Orang Suci” India

Published 19/11/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

polisi india bentrokNew Delhi, LiputanIslam.com — Polisi bentrok dengan ribuan pendukung seorang pemimpin Hindu yang kontroversial di Haryana, India utara, Senin (17/11).

Rampal, pemimpin Hindu berusia 63 tahun itu menjadi terdakwa kasus pembunuhan yang terjadi tahun 2006. Selama ini ia bebas dengan jaminan atas kasusnya itu. Namun otoritas memerintahkan penangkapan atasnya setelah berulangkali menolak hadir di pengadilan.

Dalam upaya penangkapan hari Senin, polisi menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan ribuan pendukung Rampal yang berkumpul di depan Ashram (padepokan) Rampal di kota Barwala. Mereka membentuk barikade hidup untuk menghalang-halangi polisi yang hendak menangkap Rampal. Ketika situasi kacau balau, para pendukung Rampal melempari petugas dengan batu, bom api dan benda-benda keras lainnya. Beberapa pendukung Rampal diketahui juga telah melepaskan tembakan ke arah polisi.

“Kami telah memutuskan aliran listrik dan air ke asrama itu. Strategi kami adalah membawa keluar Baba (Rampal) dan menyelamatkan orang-orang di dalamnya,” kata Kepala Polisi Haryana Vashisth kepada wartawan.

Vashisth menuduh Rampal menggunakan wanita dan anak-anak sebagai tameng hidupnya. Ia juga bertekad menangkap Rampal hidup-hidup, namun tidak memastikan berapa lama operasi penangkapan itu berlangsung.

“Saya tidak bisa mengatakan kapan operasi ini akan berakhir. Mungkin hari ini atau besok. Kami akan menghentikan operasi ini setelah menangkap Rampal,” tambahya lagi, sebagaimana dilaporkan BBC News, Selasa (18/11) petang.

Menurut informasi dari situs resminya, Rampal memulai hidupnya sebagai insinyur muda di departemen irigasi di Haryana, setelah menyelesaikan diplomanya di sekolah tinggi teknik. Lahir dari keluarga petani, Rampal telah memiliki “bakat” sebagai “orang suci” atau Guru atau Baba, dalam bahasa India.

Ia mulai memberikan pelajaran-pelajaran spiritual pada tahun 1994. Setelah pengikutnya semakin banyak ia membangun Padepokan Satlok pada tahun 1999. Sejak itu, ia pun keluar dari pekerjaannya di pemerintahan.

Rampal kini memiliki puluhan ribu pengikut di beberapa negara bagian di India. Ajaran-ajarannya di antaranya adalah berpuasa, menghindari rokok, alkohol, candu, daging, telur, dan kejahatan-kejahatan sosial seperti penyembahan idola.

Rampal mengakui ribuan orang telah berhasil disembuhkannya dari penyakit jiwa dan penyakit-penyakit sosial lainnya. “Keluarga-keluarga terpecah, kembali bersatu,” tulis Rampal dalam situsnya.

Rampal juga menyebut beberapa kasus hukum yang menjeratnya, seperti perampasan tanah, konflik dengan beberapa pengikutnya, serta pembunuhan terhadap di Padepokan Rohtak yang kini tengah diproses pengadilan. Ia membantah semua tuduhan dan dakwaan atas dirinya dalam kasus-kasus itu.

Pengadilan Tinggi Punjab dan Haryana telah menetapkan batas waktu hari Senin (17/11) bagi Rampal untuk hadir di persidangan.

Selama ini pengacara-pengacara Rampal mengatakan kliennya tidak cukup sehat untuk menempuh perjalanan sejauh 250 km ke pengadilan di Chandigarh, yang menjadi ibukota bagi kedua negara bagian itu.

Para hakim telah mengkritik pemerintah (polisi, jaksa dan pejabat sipil) karena kegagalan menghadirkan Rampal dalam persidangan dan memberi batas waktu baru sampai hari Jumat (21/11).

Sampai saat ini BBC belum melaporkan apakah Rampal telah berhasil ditangkap.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account