Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Analisis

Mengapa Mereka Tidak Bisa Dipercaya Soal ISIS

Published 17/11/2014 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

blumOleh: William Blum

Anda tidak bisa mempercayai satu katapun apa yang diucapkan AS atau media mainstream-nya tentang konflik saat ini, yang melibatkan Islamic State (ISIS).

Anda tidak bisa mempercayai satu katapun apa yang diucapkan Perancis atau Inggris.

Anda tidak bisa mempercayai satu katapun apa yang diucapkan Turki, Saudi Arabia, Qatar, Kuwait, Jordan, atau Uni Emirat Arab tentang ISIS. Bisakah Anda memastikan, mereka berdiri di sisi mana konflik ini, ketika faktanya hanya ada satu ‘sisi’? Bukankah mereka yang sebenarnya mendanai, mempersenjatai dan melatih para militan ISIS? Mengapa mereka mengizinkan anak-anak muda mereka untuk bergabung dengan kelompok ekstrim Islam itu? Mengapa Turki, negara anggota NATO, mengizinkan sedemikian banyak militan ISIS melintasi wilayahnya untuk masuk ke Suriah? Apakah Turki lebih serius ingin membasmi ISIS, atau sebenarnya ingin membantai kaum Kurdi yang saat ini dikepung oleh ISIS? Apakah negara-negara ini, atau kekuatan Barat, sebenarnya ingin menumpas ISIS atau menggulingkan pemerintah Suriah, Bashar al-Assad?

Anda tidak bisa mempercayai apa yang dikatakan oleh ‘pemberontak moderat’ Suriah. Bahkan Anda tidak bisa percaya bahwa mereka itu moderat. Merekalah yang bertanggung jawab atas segala sesuatu, dan semua orang (Barat dan Arab) pun terlibat dengan mereka.

Iran, Hizbullah dan Suriah telah berjuang melawan ISIS selama bertahun-tahun, tetapi AS menolak untuk bergabung dalam perjuangan ini. AS juga tidak memberikan sanksi kepada negara-negara yang mendukung ISIS, sebagaimana AS sedemikian cepat menghukum Rusia atas tuduhan terlibat konflik Ukraina.

Pondasi dari horor politik dan agama yang melanda Timur Tengah hari ini dibangun dengan mendalam oleh AS selama 35 tahun terakhir ini, dimulai sejak 1979 ketika menggulingkan pemerintahan sekuler di Afghanistan, berlanjut di Irak, Libya, dan Suriah. (Jangan lupakan kekacauan parah yang dilakukan AS melalui pengeboman tanpa henti di Pakistan, Somalia, dan Yaman.) Anda tidak bisa menghancurkan sebuah masyarakat yang relatif maju dan terdidik, membiarkan terjadinya perpecahan sosial, politik, ekonomi, penyiksaan dan pembunuhan jutaan orang, lalu berharap peradaban di masyarakat itu tetap hidup.

Hal krusial dari pondasi yang dibangun AS adalah keputusan AS untuk memecat 400.000 warga Irak yang pernah menjalani pelatihan militer, termasuk tentara resmi Irak, sehingga mereka menjadi penganggur. Ini adalah formula untuk menciptakan kekacauan. Dalam kondisi terhina dan terdesak, sebagian dari mereka akan bergabung dengan berbagai kelompok milisi untuk melawan penjajahan AS. Bisa dikatakan, mayoritas kendaraan militer, senjata, amunisi, dan bahan peledak yang mencabut nyawa setiap menit di Timur Tengah berstempel “Made in USA”.

Dan semua kuda Washington, semua orang-orang Washington tidak bisa mengembalikan situasi dunia seperti semula lagi. Dunia saat ini menyaksikan bahwa negara-negara itu telah hancur menjadi ‘negara gagal’.

Sementara ini, AS mengebom Suriah setiap hari, berpura-pura sedang berperang dengan ISIS. Namun di saat yang sama, serangan AS merusak kapasitas minyak Suriah (yang menyediakan 1/3 bujet pemerintah), kapabilitas militer pemerintah, infrastruktur, bahkan lumbung pangan, merenggut nyawa warga sipil dalam jumlah tak terhitung, menghancurkan situs-situs kuno; semua membuat upaya pemulihan Suriah menjadi hampir mustahil. Washington tidak diragukan lagi, sedang menghancurkan Suriah, dengan kedok memerangi ISIS.

Setelah melihat beberapa video aksi ISIS di internet, yang penuh dengan berbagai adegan menjijikkan, terutama terhadap kaum wanita, pemikiran saya adalah: berikan kepada mereka (ISIS) negara untuk mereka sendiri. Siapapun yang ingin meninggalkan negara itu, akan ditolong untuk keluar. Siapa saja yang ingin datang, dibiarkan datang, namun mereka tidak boleh keluar lagi tanpa melalui seleksi ketat, untuk mengetahui apakah mereka sudah kembali ‘menjadi manusia’. Bagaimanapun juga, karena dipastikan hanya sedikit perempuan yang mau tinggal di negara ISIS, negara itu tidak akan bertahan lama.

William Blum adalah penulis buku ‘Demokrasi; Ekspor AS yang Paling Mematikan’. Artikel ini diterjemahkan dari counterpunch.org

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

Sang Pria Tua dari Teheran dan Strategi Ala Stoik: Keseimbangan antara Rudal dan Diplomasi

By Rachel
Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Analisis

11 Fakta ‘Kekalahan’ Israel di Front Palestina

By Farid
Analisis

BRICS dan Potensi Lumpuhnya Sanksi terhadap Iran

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account