Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Politisi Australia Minta Pengadilan Internasional Periksa Abbott

Published 23/10/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

MANUS ISLAND DETENTION CENTREMelbourne, LiputanIslam.com — Seorang anggota parlemen Australia menyurati Pengadilan Kriminal Internasional (International Criminal Court/ICC) untuk memeriksa Perdana Menteri Tony Abbott atas tindakan kejahatan terhadap para pencari suaka.

Andrew Wilkie, anggota parlemen dari unsur independen, mengatakan bahwa ia menginginkan ICC untuk melakukan penyelidikan atas kebijakan imigrasi yang disebutnya sebagai “menimbulkan penderitaan besar” itu. Demikian laporan BBC News, Rabu (22/10).

Wilkie menyebut beberapa praktik pelanggaran dalam kebijakan imigrasi Australia terhadap para imigran, seperti penahanan paksa, deportasi paksa, serta kondisi tempat-tempat penahanan yang tidak layak.

Tuduhan ini pun mendapat sanggahan Menteri Imigrasi Scott Morrison.

“Koalisi pemerintahan ini tidak akan terintimindasi oleh seruan-seruan penarik perhatian untuk mengembalikan kebijakan-kebijakan masa lalu yang telah gagal dan menimbulkan biaya yang tidak terhingga, kekacauan dan tragedi di perbatasan kita,” katanya kepada kantor berita AAP.

Setelah menduduki jabatan pemerintahan, Tony Abbott menerapkan kebijakan lebih keras terhadap para pencari suaka yang datang ke Australia dengan menggunakan perahu-perahu. Mereka yang tertangkap, ditahan di kamp penampungan di Papua Nugini dan Nauru, dalam konsidi yang mendapat kritikan tajam para aktifis HAM. Selanjutnya, setelah mereka mendapatkan status “pengungsi”, mereka ditempatkan di Papua Nugini atau Kamboja, bukan Australia.

Dalam beberapa bulan terakhir, kapal-kapal pengawal perbatasan Australia juga ditugaskan untuk mengejar perahu-perahu imigran, dan kemudian memaksa mereka balik arah menuju Indonesia atau Sri Lanka.

Kebijakan ini telah mendapatkan kecaman para aktifis pembela HAM hingga PBB yang menganggap Australia telah melanggar konvensi internasional tentang pengungsi dan imigrasi. Namun Autralia berdalih, kebijakannya itu ditujukan untuk mengurangi angka kematian imigran yang menuju Australia dan berkukuh bahwa kebijakannya itu telah berhasil.

Wilkie dan pengacara HAM Greg Barns mengatakan bahwa tindakan-tindakan pemerintahan Abbott itu sebagai “kriminal”, melanggar hukum internasional yang menjadi domainnya ICC.

“Dampak dari kebijakan suaka itu adalah bahwa orang-orang, wanita dan anak-anak ditempatkan paksa dan kemudian, kemudian harus menjalani penahanan yang sewenang-wenang dan terkadang berupa penahanan yang tidak mengenal batas wakt,” tulis Wilkie kepada ICC.

Menurut Wilkie, banyak di antara korban kebijakan itu yang mengalami luka fisik yang serius hingga sakit mental.

Namun masih belum jelas, apakah ICC akan menindaklanjuti laporan itu dengan menggelar penyelidikan.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account