Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

AS Temukan Kasus Pertama Virus Ebola

Published 01/10/2014 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

ebola-outbreak_1Dallas, LiputanIslam.com — Kasus pertama virus mematikan ebola ditemukan di Dallas, negara bagina Texas. Para pejabat Texas Health Presbyterian Hospital mengkonkonfirmasi seorang pasien ebola tengah dirawat di ruang isolasi.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Rabu (1/10), pasien yang tidak disebutkan identitasnya itu diduga kuat terkontaminasi virus ebola di Liberia sebelum terbang ke AS 2 minggu yang lalu.

Lebih dari 3.000 orang tewas akibat wabah ebola di Afrika barat sejak bulan Februari lalu, dan Liberia adalah negara dengan korban wabah terbesar. Beberapa tenaga kesehatan asal AS telah tertular. Namun setelah mendapatkan perawatan di AS, mereka berhasil disembuhkan.

“Seseorang yang terbang dari Liberia telah terdiagnosa virus ebola di Amerika Serikat,” kata Direktur Centers for Disease Control and Prevention (CDCP) di Dallas, Thomas Frieden, kepada wartawan, Selasa (30/9).

Menurut keterangan Frieden, pasien tersebut meninggalkan Liberia pada tanggal 19 September dan tiba di AS keesokan harinya untuk mengunjungi keluarganya. Saat itu ia belum menunjukkan tanda-tanda penyakit.

Ia menunjukkan tanda-tanda sakit pada tanggal 24 September, namun baru pada tanggal 28 September melaporkan kepada otoritas kesehatan di Texas sehingga langsung diisolasi.

Seorang pejabat CDCP mengatakan kepada wartawan bahwa rumah sakitnya memiliki fasilitas untuk mengatasi masalah ini.

Penyelidikan awal mengindikasikan, pasien tersebut tidak terlibat dalam penanganan wabah virus ebola di Liberia.

Otoritas kesehatan kini tengah berusaha mengidentifikasi orang-orang yang telah menjalin kontak dengannya untuk memastikan tidak adanya penyebaran virus. Selanjutnya orang-orang itu akan menjalani pengawasan selama 21 hari untuk melihat perkembangan virus.

Menurut Frieden, ada kemungkinan kuat orang-orang yang terlibat kontak dengan pasien tersebut, terutama kerabat dekatnya, akan terinfeksi Ebola dalam beberapa minggu mendatang.

“Yang terpenting adalah, saya tidak ragu bahwa kami akan mengontrol masuknya virus ini sehingga tidak akan menyebar luas di negara ini. Kami akan menghentikannya di sini,” tambah Frieden.

CDCP menambahkan, bahwa kemungkinan besar negara Nigeria dan Senegal telah berhasil menghentikan penyebaran virus, setelah selama sebulan lebih tidak ditemukan kasus baru.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account