Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Ashraf Ghani Disumpah Sebagai Presiden Baru Afghanistan

Published 29/09/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

ashraf ghani sumpahKabul, LiputanIslam.com — Ashraf Ghani dilantik sebagai presiden baru Afghanistan di Kabul, Senin (29/9). Pelantikan ini mengakhiri kebuntuan politik yang terjadi setelah pilpres 6 bulan yang lalu.

Di bawah perantaraan Menlu AS John Kerry, akhirnya kedua kandidat yang saling mengklaim sebagai pemenang, Ashraf Ghani dan Abdullah Abdullah, setuju untuk berbagai kekuasaan dimana Ghani menjadi presiden dan Abdullah menjadi menteri utama setingkat perdana menteri.

Taliban menuduh kesepakatan itu sebagai “skandal memalukan”, namun Ghani menyebutnya sebagai “kemenangan besar”.

Sebagaimana dilaporkan BBC News, Ghani diambil sumpah di Istana Kepresidenan di hadapan sekitar 100 tamu undangan. Dalam sambutannya setelah dilantik, Ghani berjanji akan menjalankan reformasi, pembangunan, penghapusan kemiskinan, penindakan korupsi dan pembersihan sitem hukum di Afghanistan. Namun ia mengakui, semuanya itu tidak akan terwujud tanpa adanya keamanan.

Ia menyebut rakyat Afghanistan telah lelah dengan konflik bersenjata dan menginginkan perdamaian.

Ghani juga berbicara tentang konflik di Suriah dan Irak dan menyebut bahwa bangsa Afghanistan telah berpengalaman berjihad saat mengalahkan pasukan Uni Sovyet tahun 1980-an. Ia menyebut, negaranya tidak membutuhkan pelajaran tentang jihad dari negara-negara lain.

Memuji keberhasilan “perpindahan kekuasaan secara demokratis yang pertama kalinya di Afghanistan”, mantan ekonom Bank Dunia ini juga memuji rivalnya dalam pilpres yang kini menjadi mitranya, Abdullah Abdullah.

Ia berjanji akan bekerjasama dengan Abdullah “untuk masa depan yang lebih baik bagi Afghanistan, berdasarkan kepercayaan dan kejujuran”.

Sebelumnya, Presiden Hamid Karzai, yang menjadi presiden sejak invasi AS di Afghanistan tahun 2001, menyerukan rakyat Afghanistan untuk mendukung pemerintahan baru pimpinan Ghani.

Sementara itu BBC melaporkan situasi keamanan Kabul pada hari pelantikan presiden baru tersebut sebagai “ketat”. Toko-toko ditutup dan jalan-jalan dipenuhi aparat keamanan. Demikian laporan BBC.

Diperkirakan, salah satu isu politik pertama yang harus diselesaikan Ghani adalah penandatanganan perjanjian keamanan dengan AS untuk mengijinkan sebagian pasukan AS tetap berada di Afghanistan setelah berakhirnya masa tugas mereka tahun ini. Isu inilah yang selama ini menghalangi hubungan AS dengan Afghanistan setelah Hamid Kharzai menolak perjanjian tersebut.

Sementara itu kelompok Taliban terus melakukan aksinya. Pada hari pelantikan Ghani, kelompok ini menyerang kompleks pemerintahan di Provinsi Paktia. Sementara sebuah bom pinggir jalan meledak di jalan raya menuju bandara Kabul. Namun tidak ada laporan warga yang terluka dalam serangan ini.

Pada hari Jumat (26/9) Taliban menduduki sebuah distrik strategis di Provinsi Ghazni.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account