Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Erdogan Serukan Zona Larangan Terbang di Suriah

Published 28/09/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

erdogan-israelIstanbul, LiputanIslam.com — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyerukan zona larangan terbang di Suriah, karena menurutnya, hal itu sangat penting untuk segera dieksekusi oleh mitra-mitranya.

“Zona larangan terbang harus diumumkan, dan memastikan bahwa harus ada daerah Suriah yang diamankan, apalagi, telah banyak rakyat Suriah yang mengungsi ke Turki. Dan Turki bisa menjaga daerah tersebut dengan segenap artileri,” ujar Erdogan, seperti dilansir Midddle East Monitor, (27/9/2014).

Erdogan menyatakan bahwa ia telah membahas masalah ini dengan Presiden AS Barack Obama dan wakilnya Joe Biden saat pertemuan ke-69 di Majelis Umum PBB.

Turki setuju bergabung dengan koalisi yang digalang AS untuk melakukan penyerangan terhadap ISIS di Irak dan Suriah, sebagaimana pernyataan yang dirilis oleh Gedung Putih.

“Kedua pemimpin (Obama-Erdogan) telah membahas hal yang mendesak untuk membangun koalisi guna melumpuhkan kelompok ISIS dengan cara apapun, termasuk aksi militer, upaya menghentikan arus pendanaan, melawan masuknya jihadis, dan mendelegitisimasi ideologi dianut oleh ekstremis ini,” demikian pernyataan Gedung Putih.

Erdogan menyatakan bahwa Turki memiliki perbatasan sepanjang 1.250 km dengan Suriah dan Irak, yang kini berada dalam kondisi kritis. “Terorisme di Irak dan Suriah adalah masalah kami. Ada 1,5 juta pengungsi di Turki yang melarikan diri dari negaranya. Kami tidak mungkin berkata bahwa kami tidak peduli, untuk itu, kita harus mengakhiri hal ini,” ujar Erdogan.

Menurut Erdogan, Turki akhirnya bergabung dengan koalisi yang digalang AS untuk memerangi ISIS disebabkan karena ada 49 orang warga negaranya yang disandera ISIS. Sehingga, ia akan mengerahkan segenap upaya untuk mengembalikan sandera itu ke rumah dengan selamat.

“Sepak terjang ISIS telah melukai Islam. Dan apa yang dilakukan ISIS sama sekali bukan dari representasi Islam. Islam adalah agama yang menjunjung perdamaian dan persaudaraan. Agama kami tidak akan pernah membolehkan pembunuhan terhadap orang yang tak berdaya. Tindakan ini menyakiti sangat menyakiti Muslim,” tambahnya.

Sebelumnya, Liputan Islam telah melaporkan investigasi dari media Jerman Der Spiegel, bahwa para militan radikal ISIS, dilatih pada tahun 2012 oleh instruktur AS yang bekerja di sebuah pangkalan rahasia di Yordania dan Turki.

Sumber itu mengatakan,  bahwa setidaknya ada satu kamp pelatihan kelompok ISIS, di sekitar pangkalan udara Incirlik didekat Adana, Turki, tempat  personil dan persenjataan Amerika berada. Setelah pelatihan di Turki, ribuan militan ISIS pergi ke Irak melalui Suriah untuk bergabung bersama militan lainnya. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account