Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Asia - Afrika

Aksi Kekerasan Kembali Telan Puluhan Korban Jiwa di Xinjiang

Published 26/09/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

polisi uighurUrumqi, LiputanIslam.com — Aksi kekerasan kembali menelan puluhan korban jiwa di provinsi yang mayoritas warganyanya Muslim Cina, Xinjiang. 50 orang dinyatakan tewas akibat aksi kekerasan yang terjadi hari Minggu (21/9) di kota kecil Luntai.

Sebagaimana dilaporkan BBC News dengan mengutip keterangan media milik pemerintah, Jumat (26/9), sebanyak 40 “perusuh”, 6 warga sipil dan 4 polisi tewas dalam kerusuhan di Luntai yang disebut media pemerintah sebagai “serangan teroris yang serius”.

Sebelumnya media-media Cina melaporkan jumlah korban hanya 2 orang, namun pada hari Kamis (25/9) angkanya melonjak menjadi 50 orang.

Situs berita pemerintah Xinjiang Tianshan, melaporkan aksi kekerasan diawali oleh ledakan bom di 2 pos polisi, sebuah pasar terbuka dan sebuah toko.

Tianshan menyebut sebagian “perusuh” tewas oleh ledakan bunuh diri dan sebagian lainnya tewas ditembak polisi. 54 warga sipil luka-luka dalam aksi tersebut sementara 2 orang perusuh berhasil ditangkap hidup-hidup.

Orang-orang Muslim Uighur adalah warga keturunan Turki yang meliputi 45% dari seluruh penduduk Provinsi Xinjiang. Etnis Han yang dikirim besar-besaran oleh penguasai komunis Cina ke provinsi itu menyusul jatuhnya provinsi itu ke tangan Cina, menjadi etnis terbesar kedua dengan jumlah 40%. Sejak itu ketegangan etnis menjadi masalah laten di provinsi tersebut dimana warga Uighur merasa ditindas oleh regim komunis Cina.

Dalam kasus kekerasan terakhir ini Tianshan menyebut tersangka utamanya adalah Mamat Tursun, yang disebut-sebut telah aktif menjadi ekstremis sejak tahun 2003.

Mendapatkan informasi yang berimbang sangatlah sulit di Cina, terutama di Provinsi Xinjiang yang cukup terpencil disertai adanya kontrol aparat keamanan yang sangat kuat. Setiap terjadi aksi kekerasn, pemerintah selalu menyalahkannya kepada kelompok-kelompok militan Uighur.

Selama beberapa bulan terakhir telah terjadi sejumlah aksi kekeradan yang menelan nyawa puluhan korban sipil di Xinjiang, terutama di kota-kota besarnya seperti Kunming dan Urumqi.

Pada bulan Juli lalu sebuah aksi kekerasan menewaskan 96 orang di Yarkant. Media-media Cina menyebut peristiwa itu sebagai “serangan teroris”, namun para aktifis menuduh polisi bertindak brutal terhadap aksi demonstrasi damai yang dilakukan warga atas tindakan pemerintah yang melarang ibadah puasa.

Insiden terakhir terjadi ketika pemerintah Cina menahan Ilham Tohti, tokoh akademisi moderat Uighur yang mengkampanyekan dialog antara pemerintah dengan aktifis Uighur. Tohti ditahan atas tuduhan tindakan separatisme. Penahanan ini mengundang reaksi keras dari AS dan negara-negara barat.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account