Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Prospek Perdamaian Suriah yang Kembali Memudar

Published 16/02/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Children sit with their belongings as they wait to be evacuated from a besieged area of HomsLiputanIslam.com — Harapan masyarakat dunia atas berakhirnya konflik berdarah berkepanjangan yang terjadi di Suriah sempat membuncah ketika perundingan Genewa II dimulai di Swiss tgl 22 Januari lalu. Namun kini, harapan itu seolah memudar sudah setelah perundingan tersebut dinyatakan gagal oleh mediator utama perundingan, Lakhdar Brahimi.

“Saya rasa, lebih baik kedua pihak untuk kembali dan mengaca pada tanggungjawab mereka masing-masing, apakah mereka menginginkan perundingan terus berlanjut atau tidak,” kata Brahimi kepada pers, usai pembicaraan putaran kedua Genewa II berakhir tanpa hasil, Sabtu (15/2).

Brahimi juga meminta ma’af kepada rakyat Suriah atas kegagalan pembicaraan tersebut.

“Saya meminta ma’af kepada rakyat Suriah bahwa harapan mereka sangatlah besar sesuatu bakal terjadi di sini… Saya meminta ma’af pada mereka bahwa selama 2 putaran pembicaraan di sini kami tidak banyak meraih kemajuan,” tambah Brahimi.

Sejauh ini belum ada kepastian apakah pembicaraan putaran selanjutkan akan dilanjutkan mengingat kedua pihak (pemerintah dan oposisi Suriah) masih kukuh pada pendirian masing-masing. Delegasi pemerintah bersikukuh bahwa masalah terorisme harus menjadi prioritas pertama, sedangkan delegasi oposisi berkukuh perundingan harus difokuskan pada pembentukan lembaga transisi serta pengunduran diri Presiden Bashar al Assad.

Dan di tengah ketidak pastian tersebut, retorika-retorika “perang” justru dikumandangkan negara-negara barat. Selain pemerintah Inggris dan Perancis yang secara bersamaan menyalahkan pemerintah Suriah telah menjadi penyebab terjadinya kebuntuan, Presiden Amerika Barack Obama bahkan mengeluarkan ancamannya kepada pemerintah Suriah.

Usai mengadakan pembicaraan dengan Raja Yordania California, hari Jumat (14/2) yang salah satunya adalah tentang Suriah, Obama mengatakan:

“Kami menginginkan adanya transisi politik di sana (Suriah). Ada beberapa tahapan yang akan dilakukan untuk memberikan tekanan lebih terhadap rezim Al Assad,” kata Obama.

Meski tidak menyebutkan langkah tersebut adalah intervensi militer, para diplomat, inteligen dan analis politik di kawasan sudah mengetahui, Amerika telah cukup lama mempersiapkan campur tangan militer, langsung ataupun tidak.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa Amerika secara diam-diam telah melatih dan mempersenjatai para pemberontak di wilayah perbatasan Yordania dan menyusupkannya ke Suriah.

Laporan-laporan juga menyebutkan, dalam beberapa bulan terakhir pengiriman senjata dari Amerika untuk para pemberontak Suriah di Yordania mengalami peningkatan pesat. Ditambah kabar-kabar lainnya yang menyebutkan bahwa Arab Saudi telah mengirimkan rudal-rudal anti-pesawat kepada para pemberontak untuk diselundupkan ke Suriah melalui Yordania.

Itu semua di luar bantuan yang dijanjikan Obama kepada Raja Yordania senilai $1 miliar, atas keterlibatannya membantu Amerika dalam masalah Suriah.

Tidak lama setelah perundingan putaran pertama Genewa II mengalami kebuntuan tgl 1 Februari lalu, pemberontak-pemberontak mengatakan bahwa Amerika telah meningkatkan bantuan langsungnya kepada para komandan pemberontak di Yordania dengan satu tujuan, meningkatkan tekanan kepada pemerintahan Bashar al Assad.

“Dari sekarang hingga putaran berikutnya dalam perundingan di Genewa, Assad akan merasakan tekanan yang lebih besar yang diberikan kekuatan oposisi,” kata seorang komandan pemberontak.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account