Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Partai ini, Ingin Kepala Daerah Dipilih DPRD

Published 06/09/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

DPR RIJakarta, LiputanIslam.com — Pasca berakhirnya Pilpres 2014, para elit politik bermanuver dengan undang-undang. Kali ini, mayoritas partai politik yang tergabung dalam koalisi Merah Putih berubah sikap terkait mekanisme pemilihan kepala daerah. Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, dan Partai Pesatuan Pembangunan disebut ingin kepala daerah dipilih oleh DPRD.

“Setelah Pilpres mungkin karena konstelasi politik berubah dan sebagainya, tiba-tiba mereka inginnya berubah, yaitu dipilih oleh DPRD,” kata Anggota Panja RUU Pilkada Abdul Malik Haramain, Kamis, 4 September 2014 seperti dilansir Kompas.

Menurut Malik, hanya satu partai koalisi Merah Putih yang tidak berubah sikap, yakni Partai Keadilan Sejahtera. Ia mengatakan, PKS tetap pada keinginan semula agar pemilihan kepala daerah dipilih langsung oleh rakyat. Keinginan tersebut serupa dengan koalisi pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla, yakni PDI Perjuangan, Partai Hanura, dan Partai Kebangkitan Bangsa.

“Pastinya saya enggak ngerti kenapa mereka berubah sikap. Saya kira hasil Pilpres ikut memengaruhi koalisi Merah Putih. Mungkin mereka ingin memperkuat dan meneruskan koalisi mereka di nasional sampai daerah,” lanjut Malik.

Malik menjelaskan, ada tiga opsi mekanisme pemilihan kepala daerah yang dibahas dalam Panja RUU Pilkada. Pertama, pasangan gubernur, wali kota, dan bupati dilipih langsung seperti sekarang. Pendukung opsi ini adalah PDIP, PKS, HANURA, PKB dan Pemerintah.

Kedua, pasangan gubernur, wali kota, dan bupati dipilih DPRD. Pendukung opsi ini adalah Demokrat, Golkar, PAN, PPP, dan Gerindra. Ketiga, gubernur dipilih langsung, tetapi bupati dan wali kota dipilih DPRD. Pendukung opsi ini adalah DPD.

Malik mengatakan, setiap fraksi akan terlebih dahulu mendiskusikan opsi-opsi tersebut secara musyawarah dan mufakat. Namun, jika tidak didapatkan keputusan, maka akan dilakukan voting. Rapat Panja rencananya akan kembali dilakukan 8 September mendatang.

“Tanggal 8 mudah-mudahan ada kesepakatan mufakat tanpa voting,” ujar Malik.

Pro dan kontra wacana ini tidak terbatas hanya terjadi di Senayan. Dari pantauan Liputan Islam, mayoritas netizen tidak menghendaki pemilihan kepala daerah yang ditunjuk oleh DPR.

“Wah ngawur bener ini. Orang-orang baik seperti Jokowi, Risma, Ridwan Kamil, Ahok, Kholiq, dll adalah pejabat yang lahir karena rakyat sendiri yang memilih langsung, bukan pesanan partai dan cukong. Bener-bener maling kalian ini, rakus banget sama kekuasaan,” tulis Jon Ali, seorang Facebooker.

“Strategi Sengkuni, mereka berpikir hanya dengan cara seperti itu akan dapat menguasai pemerintahan di setiap daerah karena mereka jumlahnya besar di parlemen. Ingat tahun 2019 partai-partai ini mereka bakal ditinggal kabur rakyat,” tulis Asy Satrianez. (ph)

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account