Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Amerika - Eropa

Pertempuran Sengit Hambat Tugas Tim Penyidik MH-17

Published 28/07/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

ukraina timurKiev, LiputanIslam.com — Pertempuran sengit di Ukraina timur telah menghambat pekerjaan tim penyidik internasional kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH-17. Kedua pihak yang bertikai saling menuduh terhambatnya penyelidikan.

“Situasi di lapangan tampak tidak aman, karenanya kami memutuskan untuk melanjutkan (penyelidikan) besok,” kata Alexander Hug, wakil ketua tim organisasi keamanan dan kerjasama Eropa (OSCE) di Ukraina sebagaimana dilaporkan Russia Today, Senin (28/7).

Hug menyebutkan perhatian yang serius atas pertempuran yang terjadi di dekat Desa Grabovo yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat, yang menurutnya dapat mempengaruhi kondisi lokasi tersebut sehingga menyulitkan tim penyelidik untuk mengambil kesimpulan.

Salah satu tugas para ahli forensik adalah mengumpulkan sisa-sisa jenasah yang tidak dikirimkan ke Belanda untuk menjalani proses identifikasi.

Sebanyak 227 jenasah telah diterbangkan ke Belanda untuk menjalani proses identifikasi. Adapun jumlah korban yang tewas dalam kecelakaan tersebut mencapai 298 orang penumpang dan awak pesawat. Sebagian besar korban berasal dari Belanda.

Namun meski pertempuran telah menghambat jalannya penyelidikan, Belanda, Australia dan Malaysia menolak untuk mengirim pasukan keamanan untuk menjaga lokasi kecelakaan.

“Kami menyimpulkan akan menghadapi risiko bila sebuah misi internasional secara tiba-tiba dilibatkan dalam konflik di Ukraina,” kata PM Belanda Mark Rutte.

Milisi pemberontak menuduh pemerintah Ukraina sengaja menghambat penyelidikan dengan mengintensifkan operasi militer di sekitar lokasi kecelakaan. Hal itu, menurut mereka, berlawanan dengan keputusan Presiden Poroshenko yang telah menyatakan bahwa seluruh area sejauh 40 km dari lokasi kecelakaan sebagai daerah aman.

Ukaraina pun langsung membantah tuduhan itu dan balik menuduh pemberontak sebagai penghambat penyelidikan.

Fotografer Patrick Lancaster yang berada di lapangan melaporkan kepada Russia Today bahwa pasukan Ukraina benar telah melakukan offensif di sekitar wilayah kecelakaan.

“Ada pesawat-pesawat jet beterbangan dan kami mendengar bunyi-bunyi ledakan di kejauhan,” kata Lancaster seperti dikutip Russia Today.

“Penduduk-penduduk lokal mengatakan bahwa tank-tank Ukraina telah berdatangan. Sangat jelas bahwa militer Ukraina berusaha merebut kembali kota Torez dan Shakhtersk,” tambah Lancaster.

Sementara itu Rusia mengumumkan telah membentuk tim ahli untuk berpartisipasi dalam penyelidikan internasional. Tim ini dipimpin oleh Oleg Storchevoy, pejabat tinggi otoritas penerbangan Rusia, Rosaviation.

Di sisi lain Kepala Komisi HAM PBB Navi Pillay mengatakan, Senin (28/7), bahwa penembakan pesawat MH-17 kemungkinan termasuk dalam tindakan “kejahatan perang”. Demikian laporan BBC.(ca)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account