Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

MOS, Tradisi Neokolonial Yang Harus Dibasmi

Published 19/07/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Jakarta, LiputanIslam.com–Di awal tahun ajaran baru, tradisi MOS (Masa Orientasi Siswa) kembali menjadi topik pembicaraan di jejaring sosial. Tradisi MOS di berbagai sekolah dan kampus di Indonesia umumnya berupa pelecehan intelektualitas, mulai dari penggunaan pakaian aneh hingga kekerasan fisik. Sebagian pihak menilai ini adalah bentuk pelestarian sikap-sikap kolonialisme atau penjajahan.

Pakar Parenting terkemuka, Ayah Edi, dalam status facebooknya, misalnya menyebut MOS sebagai bentuk kekerasan dan pelecehan. Menurut Ayah Edi, seharusnya MOS dihapuskan dari seluruh sistem penerimaan sekolah atau setidaknya diganti menjadi Program Pengenalan Budaya Sekolah yang isinya adalah pengenalan budaya kerja, fasilitas, tugas dan tanggung jawab serta etika moral perusahaan pada para karyawan baru.

Dalam sebuah foto yang diunggah di jejaring sosial, MOS di Indonesia dikontraskan dengan kegiatan MOS di luar negeri yang mengedepankan intelektualitas.

MOS

Teks foto ini berbunyi, “Di luar negeri, generasi muda diperlakukan secara manusiawi dan dididik agar menjadi leader. Di Indonesia diperlakukan tidak wajar dan diajarkan agar tunduk pada penguasa dan menjadi penindas kaum lemah.”

Foto yang diunggah oleh fanpage Komunitas Ayah Edi itu sudah di-share ulang hingga lebih dari 26.000 dan mendatangkan ribuan komentar. Sebagian komentator menceritakan pengalaman mereka belajar di luar negeri. Akun Christina Silvana, misalnya, menceritakan pengalamannya di Finlandia.

“MOS di sini lebih ke arah pengenalan siswa ke lingkungan yang baru. Senior memperkenalkan apa yang ada di lingkup sekolah dan kampus, bahkan kami hanya diberikan tugas untuk membuat esay mendeskripsikan kepribadian masing-masing dan kesan kami saat MOS. Tugas itu pun harus diserahkan ke kepala fakultas/pembimbing bukan ke senior. Selebihnya diisi seminar-seminar tentang fasilitas yang dimiliki tiap kampus, kesehatan, dan gimana caranya menggunakan fasilitas.”

MOS di Indonesia berkali-kali telah merenggut korban jiwa. Pada tahun 2013, misalnya, MOS di SMK 1 Pandak, Bantul, Jawa Timur, membuat Anindya Ayu Puspita (16), harus kehilangan nyawanya setelah dihukum squat jump oleh seniornya (19/7/2013). Seperti dikutip Tribunnews, Anggota komisi X DPR RI Ahmad Zainuddin, menyatakan bahwa Kemendikbud ikut bertanggung jawab atas adanya korban tewas akibat MOS ini.

“Tidak ada alasan pemerintah untuk melanjutkan program MOS ini karena pendekatan yang digunakan selama ini adalah perpoloncoan, bukan lagi sebagai wadah orientasi siswa,” ungkapnya.(dw)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account