Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Australia Perlakukan Pengungsi Bagai Sampah

Published 02/02/2014 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Edi Sukendi di depan kapal oranye (foto:news.com.au)
Edi Sukendi di depan kapal oranye (foto:news.com.au)
Pelabuhan Ratu, liputanislam.com—Hari itu, Kopral Edi Sukendi, mendengar kabar bahwa ada kapal asing yang mendarat di perairan Pelabuhan Ratu pada sore hari 15 Januari. Menurut saksi mata, ada sekitar 60 orang asing keluar dari kapal dan langsung lari ke dalam hutan.

Edi pun mendatangi kapal itu dan takjub melihat kapal yang canggih itu: masih baru, bercat oranye. Ada tempat duduk untuk 90 orang, lengkap dengan sabuk pengaman, AC, jaket pelampung, peralatan navigasi, makanan, dan air.

Media Australia, News.com (1/2) mengupas ‘kapal oranye’ ini. Ternyata, kapal penyelamat (lifeboat) berwarna oranye itu adalah satu 11 kapal sejenis yang dibeli pemerintahan Abbott dari Singapura dengan tujuan untuk mengembalikan para pencari suaka ke perairan Indonesia.

Para penumpang di dalam kapal oranye itu ternyata sebelumnya naik kapal kayu ke Australia. Dalam perjalanan, menjelang sampai ke Pulau Christmast, mereka terpergok petugas perbatasan Australia, Border Protection Command. Mereka kemudian dievakuasi dan berada di atas kapal milik Australia itu selama selama 10 hari. Pada hari ke-10, mereka dipaksa masuk ke dalam kapal oranye itu. Lalu, kapal Australia menggiring kapal oranye itu kembali ke perairan Indonesia.Para pengungsi itu diperlakukan bagai sampah, dibuang begitu saja.

Australia yang Lari dari Tanggung Jawab
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto menyatakan, masuknya Angkatan Laut (AL) Australia menghalau manusia perahu hingga ke wilayah maritim Indonesia merupakan pelanggaran kedaulatan.

“Pemerintah Australia di bawah pimpinan PM Tonny Abbott juga harus paham dan mengerti apa arti kedaulatan Republik Indonesia (RI), yang dilanggar begitu saja oleh AL Australia,” kata Djoko melalui pesan elektronik, Rabu (22/1) siang.

“Pengembalian pencari suaka yang sudah masuk wilayah negara manapun termasuk Australia, maka negara tersebut harus mengelolanya sesuai amanat konvensi PBB dan harus mengurusnya,” kata Djoko lagi.

Lembaga HAM Australia sendiri sudah mengkritik kebijakan Abbot. The Refugee Council of Australia pernah menyatakan protes mereka atas kebijakan Australia yang ‘membuang’ para imigran ini. Paul Power, chief executive RCA, sebagaimana dikutip Aljazeera (24/7/13) mengatakan, Australia tidak bisa melimpahkan tanggung jawabnya atas para imigran pencari suaka itu, kepada negara tetangganya yang lebih miskin, dan di saat yang sama memberikan ceramah kepada negara-negara lain soal bagaimana meningkatkan standar perlindungan kepada pengungsi. Paul menyebut sikap pemerintah Australia ini munafik.

Dalam hal ini, Indonesia seharusnya berani bersikap tegas kepada Australia, karena seperti dikatakan peneliti dari Global Future Institute, M. Arief Pranoto, “Secara geopolitik, sesungguhnya Aussie merasa cemas bila terputus hubungan sebab hampir 80% APBN-nya tergantung republik ini. Indonesia itu buffer zone bagi Aussie, selain merupakan pasar bagi komiditi ekspornya, juga kapal-kapal dan kontainernya hilir mudik membawa barang ekpor-impor melalui perairan Indonesia.” (dw/news.com.au/aljazeera/beritasatu.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account