Teheran, LiputanIslam.com – Komandan Angkatan Darat Iran, BrigjenAli Jahanshahi memastikan pasukan negaranya sepanjang waktu memantau pergerakan apa yang disebutnya sebagai “musuh”.
Hal ini disampaikan Jahanshahi dalam pidatonya saat memeriksa unit militer di kota Piranshahr di Provinsi Azerbaijan Barat, dekat perbatasan Irak, Minggu (22/2), sembari menegaskan bahwa Angkatan Darat Iran melakukan segala daya upaya untuk melindungi wilayah negaranya.
“Semua pergerakan musuh terus dipantau. Berkat kemampuan canggihnya, tentara kita tidak akan membiarkan tindakan permusuhan apa pun terhadap tanah ini,” tegasnya.
Mengenai peran pencegahan Angkatan Darat Iran, Jahanshahi mengatakan bahwa mereka telah mencapai tingkat di mana mereka dapat menetralisir potensi ancaman terhadap negara mereka pada tahap awal.
Sejak beberapa minggu lalu, dengan hasutan Israel, AS memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah dan mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Iran untuk memaksanya meninggalkan program nuklir dan rudalnya serta “proksi-proksinya di kawasan.”
Iran bersumpah untuk membalas setiap serangan militer, bahkan yang terbatas sekalipun, sambil bersikeras agar sanksi ekonomi Barat dicabut sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.
Wakil Inspektur Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Brigjen Mohammad Jafar Asadi, menyebut pengerahan kapal perang dan jet tempur AS sebagai “sandiwara,” dan menyatakan bahwa Pemimpin Besar Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, telah menanggapi tegas manuver AS tersebut.
“Bangsa kita sangat tahu bahwa kapal dan persenjataan lain yang sekarang dikerahkan di Teluk Persia dan perairan Laut Oman telah berlayar di berbagai bagian dunia selama bertahun-tahun,” katanya, Minggu.
Dia menambahkan bahwa pengerahan kapal AS telah memasuki fase propaganda, dan tanggapan terhadap langkah sandiwara tersebut telah diberikan dengan baik oleh Ayatullah Khamenei, yang telah menegaskan bahwa yang lebih berbahaya daripada kapal induk adalah senjata yang dapat menenggelamkannya ke dasar laut.
Komandan senior Iran tersebut mengingatkan kegagalan kubu musuh Iran selama 47 tahun terakhir.
“Kami berharap para penghasut perang jahat seperti Amerika, Inggris, Prancis, Jerman, dan rezim Zionis pada akhirnya akan selesai, sebagai tumor ganas di kawasan Asia Barat,” tandasnya.
Dia juga menegaskan kembali kesiapan tempur Angkatan Bersenjata Iran, dan menekankan bahwa mereka siap membela dan akan bertindak jauh lebih tegas dan kuat daripada di masa lalu.
“Tanggapan Angkatan Bersenjata terhadap setiap kesalahan perhitungan dan tindakan bodoh oleh musuh akan lebih dahsyat dari sebelumnya,” pungkasnya. (mm/raialyoum/presstv)