Baghdad, LiputanIslam.com – Penasihat Urusan Strategis di Dewan Keamanan Nasional Irak, Saeed al-Jiyashi, mengumumkan keberhasilan pemindahan pejuang ISIS dari Suriah tanpa kesalahan, sembari menekankan bahwa keberadaan mereka di Irak bukanlah permanen, melainkan akan dikembalikan ke negara-negara asal mereka.
Dalam pernyataan kepada Kantor Berita Irak, Minggu (22/2), al-Jiyashi mengatakan, “Pemindahan tahanan ISIS merupakan keharusan keamanan nasional. Keadaan luar biasa muncul di Suriah, di mana penjara mengalami pelanggaran keamanan, beberapa dibuka, dan tahanan melarikan diri. Karena itu, perlu untuk memindahkan mereka ke Irak dalam jumlah yang diumumkan secara resmi dan menempatkan mereka di penjara yang aman.”
Dia menjelaskan, “Irak telah mengambil semua tindakan pencegahan keamanan yang diperlukan dengan partisipasi semua badan keamanan dan di bawah pengawasan Dewan Tinggi Kehakiman. Pemindahan dilakukan di bawah pengawasan Layanan Kontra-Terorisme, dan semuanya berhasil diselesaikan tanpa kesalahan. Dewan Keamanan Nasional telah memperingatkan selama lima tahun tentang penjara-penjara di Suriah yang menimbulkan ancaman bagi keamanan Irak.”
Dia menambahkan, “Penempatan tahanan ISIS di Irak di bawah kendali pasukan keamanan Irak dan peradilan Irak lebih baik. Menangani mereka dengan cara ini lebih baik daripada menangani mereka di lingkungan terbuka dan tidak terkendali, yang dapat menyebabkan bentrokan di masa depan.”
Al-Jiyashi lantas mengatakan, “Keberadaan tahanan ISIS di Irak bukanlah permanen, dan pemerintah sedang berupaya untuk memulangkan mereka ke negara masing-masing. Semua yang tiba di Irak berasal dari lebih dari 67 negara.” (mm/alalam)