NewYork, LiputanIslam.com – Komandan pasukan Israel cadangan Mayjen Yitzhak Brik bahwa Hamas ternyata tak terkalahkan meski Jalur Gaza hancur lebur.
“Kita dijanjikan ‘kemenangan total,’ tetapi kenyataannya tujuan untuk melenyapkan Hamas masih jauh dari kita, seperti halnya timur jauh dari barat,” ungkap Brik, seperti dikutip surat kabar Israel Maariv, Kamis (19/2).
“Kita belum pernah menyaksikan penghinaan strategis seperti ini sebelumnya. Meskipun memiliki angkatan udara terbaik di dunia dan divisi lapis baja di darat, Israel gagal mengalahkan sebuah organisasi selama dua tahun. Kegagalan ini bersifat operasional dan terkait komando,” lanjutnya.
Pernyataan jenderal Israel tersebut tidak mengejutkan. Jauh hari sebelumnya, peneliti Inggris, Dr. Azeem Ibrahim, penerima Order of the British Empire, telah memberikan penjelasannya tentang alasan di balik kegagalan Israel mengalahkan Hamas.
Dia menyebutkan bahwa meskipun Israel bertekad mengejar ilusi “kemenangan” bahkan setelah menandatangani perjanjian gencatan senjata—melalui pemboman tanpa henti terhadap Gaza dan kehancuran luas yang ditimbulkannya—kenyataan di lapangan menceritakan kisah yang sama sekali berbeda: dari reruntuhan Gaza, sekitar 15.000 pejuang dari Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) muncul, sebagian besar mereka bersenjata lengkap, dan “berupaya untuk merebut kembali kendali Jalur Gaza.”
Dalam artikelnya di majalah Amerika National Interest, Ibrahim memastikan Hamas belum dikalahkan meskipun terjadi kehancuran besar-besaran di Jalur Gaza, dan mencatat bahwa semua pakar “terpercaya” di bidang kontra-terorisme telah memperingatkan sejak awal bahwa melenyapkan Hamas secara militer adalah hal yang mustahil, “karena Hamas bukan hanya jaringan pejuang atau terowongan, melainkan gerakan politik dan ideologis yang berakar dalam masyarakat Palestina.” (mm/alalam)