NewYork, LiputanIslam.com – Duta Besar dan perwakilan tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amir Saeid Iravani, menegaskan Iran siap melawan dan bereaksi sengit segala bentuk agresi terhadapnya.
Iravani menyampaikan pernyataan tersebut dalam surat yang dikirim pada hari Kamis (19/2) kepada kepala PBB dan presiden Dewan Keamanan PBB, sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengancam bahwa Washington mungkin perlu menggunakan Pulau Diego Garcia di Samudra Hindia, tempat pangkalan militer gabungan Inggris-AS berada, untuk menyerang Iran.
“Republik Islam Iran telah berulang kali menyatakan di tingkat tertinggi bahwa mereka tidak mencari ketegangan atau perang, dan tidak akan memulai perang apa pun. Namun, jika menjadi sasaran agresi militer, Iran akan menanggapi dengan tegas dan proporsional dalam menjalankan hak inherennya untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB,” tegas Iravani.
Dia menekankan bahwa jika terjadi agresi militer terhadap Iran maka semua pangkalan, fasilitas, dan aset regional milik “pasukan musuh” akan menjadi “target yang sah” untuk operasi pembalasan Iran.
Iravani memperingatkan bahwa AS akan bertanggung jawab atas konsekuensi “yang tidak terduga dan tidak terkendali”.
Dia mengecam ancaman Trump untuk menggunakan kekuatan terhadap Iran sebagai pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB dan hukum internasional yang berisiko menjerumuskan seluruh kawasan ke dalam siklus krisis dan instabilitas baru.
“Mengingat situasi yang bergejolak di kawasan ini dan pergerakan serta penumpukan peralatan dan aset militer yang terus-menerus oleh AS, pernyataan agresif Presiden AS tersebut tidak boleh dianggap sebagai retorika belaka, melainkan menandakan risiko nyata agresi militer, yang konsekuensinya akan membawa malapetaka bagi kawasan ini dan akan menjadi ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional,” tambahnya. (mm/alalam)