Teheran, LiputanIslam.com – Angkatan laut Republik Islam Iran dan Federasi Rusia akan menggelar latihan angkatan laut gabungan pada hari Kamis (19/2) di Laut Oman dan Samudra Hindia bagian utara untuk meningkatkan keamanan maritim dan memperluas kerja sama militer bilateral.
Latihan gabungan ini akan diselenggarakan oleh Wilayah Angkatan Laut Pertama Angkatan Laut Iran di kota pelabuhan selatan Bandar Abbas.
Sebuah kapal induk helikopter milik Angkatan Laut Federasi Rusia telah memasuki perairan selatan Iran sebagai bagian dari kerja sama maritim gabungan dan berlabuh di pangkalan Wilayah Angkatan Laut Pertama Angkatan Laut Iran.
Juru bicara latihan tersebut Laksamana Muda Hassan Maqsoudlou mengatakan tujuan utama latihan ini adalah meningkatkan keamanan maritim dan interaksi angkatan laut yang berkelanjutan di Laut Oman dan Samudra Hindia bagian utara.
Menurutnya, beberapa tujuan utama latihan ini iaah perluasan kerja sama maritim gabungan dan penguatan koordinasi dalam perencanaan dan pelaksanaan operasi gabungan adalah.
Maqsoudlou mencatat bahwa peningkatan konvergensi dan koordinasi dalam menanggulangi aktivitas yang mengancam keselamatan maritim, khususnya perlindungan kapal komersial dan kapal tanker minyak, serta memerangi terorisme maritim, akan menjadi fokus utama latihan tersebut.
Dia menekankan bahwa latihan ini juga dirancang untuk memperdalam hubungan persahabatan, meningkatkan kerja sama regional dengan memprioritaskan negara-negara tetangga, dan memperkuat peran negara-negara regional dalam memastikan keamanan maritim dan navigasi yang aman.
Dia menambahkan bahwa latihan ini, bersama dengan latihan lain yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Iran, mencerminkan perhatian kedua negara terhadap perkembangan di Laut Oman dan Samudra Hindia bagian utara, menekankan komitmen mereka untuk memperkuat kerja sama maritim, menentang unilateralisme, dan mendukung perdagangan maritim yang aman.
Kapten Pangkat Pertama Alexey Sergeev, komandan armada angkatan laut Rusia, menyatakan kepuasannya atas kehadirannya di Bandar Abbas dan berterima kasih kepada Iran atas keramahannya.
Mengenai eratnya hubungan antara kedua belah pihak, Sergeev mengatakan bahwa tingkat kerja sama saat ini menunjukkan kemampuan mereka untuk bersama-sama mengelola dan menyelesaikan tantangan maritim dan pesisir.
Dia memastikan Rusia siap untuk mengadakan latihan bersama di berbagai wilayah, termasuk latihan khusus seperti operasi kontra-terorisme maritim yang dilakukan oleh kapal dan perahu dari kedua angkatan laut.
Latihan yang akan datang ini berlangsung di tengah meningkatnya ancaman Washington dan pengerahan militer AS dalam jumlan besar di dekat dan lepas pantai Iran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pengerahan tersebut bertujuan menekan Teheran agar bernegosiasi. Dia juga mengancam bahwa kegagalan mencapai kesepakatan akan memicu serangan militer yang “jauh lebih buruk” daripada serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025.
Iran telah berulang kali menolak ancaman dan paksaan, bersikeras bahwa diplomasi tidak akan berhasil di bawah tekanan atau intimidasi. Iran mengatakan siap untuk berunding jika adil dan berdasarkan prinsip saling menghormati, sambil memperingatkan bahwa serangan militer AS atau sekutunya terhadap kepentingan Iran akan ditanggapi dengan cepat dan tegas. (mm/preesstv)