Washington, LiputanIslam.com – Presiden AS Donald Trump dikabarkan memastikan kepada Perdana Menteri Rezim Zionis Israel Benjamin Netanyahu bahwa Washington akan mendukung serangan Israel terhadap Iran.
Dikutip CBS News, Ahad (15/2), dua sumbernya mengatakan bahwa Trump memberikan jaminan ini ketika ditemui Netanyahu di Mar-a-Lago di Florida, AS, Desember lalu, jika AS dan Iran gagal mencapai kesepakatan.
Disebutkan bahwa diskusi internal di dalam komunitas intelijen AS dan di kalangan militer dimulai dua bulan kemudian untuk menjajaki kemungkinan mendukung serangan Israel lebih lanjut terhadap Iran jika hal itu terjadi.
Menurut CBS News, diskusi tersebut tidak berfokus pada apakah Israel akan melancarkan serangan udara terhadap Iran, melainkan pada bagaimana AS dapat membantu Israel, termasuk menyediakan pengisian bahan bakar di udara dan memastikan penggunaan wilayah udara negara lain selama serangan.
Kabar ini mengemuka di tengah negosiasi antara AS dan Iran mengenai program nuklir Iran dan perbedaan pendapat antara Washington dan Teheran, karena pemerintahan AS berupaya memasukkan isu-isu terkait kemampuan rudal Iran ke dalam agenda, sebuah langkah yang ditentang keras oleh Teheran.
AS telah mengerahkan pasukan militer tambahan ke Timur Tengah sebagai persiapan untuk aksi militer potensial, dan Trump berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran jika kesepakatan tidak tercapai.
Di pihak lain, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayjen Abdolrahim Mousavi pada hari Minggu memperingatkan Trump perihal konsekuensi dari keterlibatan dalam perang dengan Iran. Dia menegaskan bahwa serangan AS terhadap Iran akan mengakhiri kebiasan Trump melontarkan ancaman dan provokasi di kancah global.
Mousavi menilai pernyataan Trump tidak pantas bagi seorang kepala negara, dan menyebutnya sebagai tindakan gegabah dan tidak dipikirkan secara matang. Dia juga mempertanyakan kontradiksi antara seruan Trump untuk berperang dan pembicaraannya tentang negosiasi.
Dia juga bahwa hasil perang akan menjadi pelajaran yang menjerakan bagi Trump serangan tidak akan mengulangi aksi demikian. (mm/raialyoum/alalam)