Teheran, LiputanIslam.com – Sekretaris Dewan Tinggi Pertahanan Iran Laksamana Ali Shamkhani pada hari Jumat (13/2) mengatakan kepada Aljazeera bahwa sistem rudal itu masuk dalam kategori garis merah dan tak dapat dinegosiasikan.
Dia menambahkan bahwa kesiapan militer Iran sangat tinggi, dan Iran akan membalas telak dan tepat terhadap segala bentuk petualangan musuh terhadapnya. Dia memperingatkan bahwa risiko kesalahan perhitungan sedikitpun akan tinggi. Dia menyebut Israel tidak akan bisa melakukan gerakan apapun tanpa dukungan langsung dari AS.
Mengenai pembicaraan Iran dengan AS, dia mengatakan bahwa jika realistis tanpa ada tuntutan berlebihan maka bisa jadi akan berjalan positif dan mewujudkan kepentingan semua pihak, karena kepentingan kolektif bergantung pada upaya menghindari tindakan yang akan mempengaruhi stabilitas dan keamanan kawasan sekitar.
Shamkhani menekankan bahwa gerakan diplomatik di kawasan ini bertujuan menguatkan opsi politik dan mencegah ketegangan.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian di hari yang sama menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel mengeksploitasi situasi negaranya dan memicu masalah.
Pezeshkian menyatakan bahwa musuh-musuh negaranya berusaha menghalangi penyelesaian kesepakatan, dan bahwa musuh dan Zionis telah mengeksploitasi aneka peristiwa dan berkontribusi pada eskalasi konflik.
Dia menambahkan bahwa Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah campur tangan dalam insiden beberapa waktu lalu, menciptakan hambatan dan berupaya mencegah Iran untuk kembali bangkit.
Presiden Iran menjelaskan bahwa negara ini telah menderita luka mendalam yang membutuhkan penyembuhan melalui persatuan dan solidaritas semua komponen bangsa Iran. Dia menekankan perlunya melihat ke masa depan, memperkuat kohesi internal, dan memperingatkan perihal upaya musuh untuk memicu ketidakpuasan di kalangan warga negara. (mm/alalam/aljazeera)