Washington, LiputanIslam.com – Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa perubahan rezim di Iran adalah “hal terbaik yang bisa terjadi,” setelah dia memerintahkan kapal induk kedua bergerak menuju Timur Tengah.
Ketika ditanya apakah ia menginginkan “perubahan rezim” di Iran, Trump kepada wartawan di pangkalan militer Fort Bragg di Carolina Utara, Jumat (13/20, mengatakan “Kedengarannya seperti hal terbaik yang bisa terjadi.”
Dia menambahkan, “Selama 47 tahun mereka terus berbicara, berbicara dan berbicara. Sementara itu, kita telah kehilangan banyak nyawa.”
Dalam pernyataan sebelumnya pada hari Jumat, Trump mengumumkan niat Washington untuk mengerahkan “pasukan besar” ke Timur Tengah jika kesepakatan dengan Iran tentang program nuklirnya tidak tercapai.
Menanggapi pertanyaan tentang keputusannya untuk mengirim kapal induk kedua ke wilayah tersebut, Trump mengatakan kepada wartawan, “Ya, jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya.”
Menurutnya, kapal induk kedua akan “segera berangkat” ke Timur Tengah. “Kita sudah memiliki kekuatan yang sangat besar di sana yang baru saja tiba,” ujarnya.
Trump mengatakan demikian menyusul laporan media lokal bahwa AS akan mengirim kapal induk USS Gerald R. Ford ke Timur Tengah untuk memperkuat kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln yang sudah berada di wilayah tersebut.
Kapal induk AS USS Abraham Lincoln hadir dan beroperasi di lepas pantai Oman dengan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) yang dinonaktifkan, dengan membawa pesawat AV-18A1, F-35C, F/A-18E/F, EA-18G, dan E-2D.
Sebelumnya hari ini, media AS melaporkan bahwa AS bermaksud untuk mengerahkan kapal induk kedua, yang digambarkan sebagai “kapal induk terbesar di dunia,” ke Timur Tengah.
The New York Times mengutippernyataan empat pejabat AS bahwa USS Gerald R. Ford, yang saat ini ditempatkan di Karibia, akan menuju Timur Tengah bersama kapal-kapal pendampingnya.
Selain itu, delapan kapal perusak kelas Arleigh Burke ditempatkan di Laut Arab, Mediterania timur, dan Laut Merah.
Pada hari Kamis, Trump mengatakan AS ingin mencapai kesepakatan dengan Iran, tetapi memperingatkan Teheran tentang konsekuensi jika gagal.
Teheran percaya bahwa Washington dan Israel sedang mencari-cari dalih untuk intervensi dan perubahan rezim, namun Teheran juga bersumpah untuk membalas setiap serangan militer, bahkan yang terbatas sekalipun. Mereka bersikeras agar sanksi ekonomi Barat dicabut sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.
Sebaliknya, AS menuntut agar Iran sepenuhnya menghentikan kegiatan pengayaan uraniumnya dan memindahkan uranium yang sudah diperkaya keluar dari Iran.
Pemerintahan AS juga berupaya membawa program rudal Iran dan dukungannya terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan itu ke meja perundingan, tetapi Teheran telah berulang kali menegaskan tidak akan bernegosiasi mengenai isu apa pun selain program nuklirnya. (mm/raialyoum)