Sanaa, LiputanIslam.com – Pemimpin gerakan Ansarullah di Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, menegaskan bahwa Republik Islam Iran merupakan pendukung utama bagi Dunia Islam, dan teguh berdiri menghadapi ancaman kontemporer terhadap stabilitas negara-negara Muslim.
Al-Houthi memperingatkan bahaya hukum rimba yang dihadapi Dunia Islam, dan menyatakan bahwa Israel, dengan dukungan Amerika dan Inggris, berupaya melenyapkan tonggak-tonggak sejarah Islam di Palestina.
Dia menegaskan bahwa peristiwa-peristiwa terkini merupakan bagian dari upaya memaksakan hukum rimba, yang menjadiancaman serius bagi seluruh bangsa Muslim.
Al-Houthi menyinggung kontinyuitas serangan Israel, khususnya terhadap Masjid Al-Aqsa, dan menekankan bahwa sebagian pihak menyalahkan para pejuang perlawanan di Gaza dan Lebanon sementara musuh terus melakukan pelanggaran.
Dia juga menyinggung peningkatan pengiriman senjata ke Israel, bersamaan dengan tekanan untuk melucuti senjata Hizbullah, pada saat para pemukim dipersenjatai.
Dalam konteks ini, Sayyid Al-Houthi merujuk pada dokumen-dokumen yang dibocorkan oleh manusia bejat Epstein, yang mengungkap inkubator Zionis. Dokumen-dokumen ini mengungkap ritual-ritual setan di mana kejahatan paling keji dilakukan, menyasar anak-anak di bawah umur dan remaja, menimbulkan pertanyaan serius tentang dimensi moral dan politik dari situasi ini. (mm/alalam)