Teheran, LiputanIslam.com – Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei memuji rakyatnya yang telah menggelar pawai akbar di seantero negara ini dalam merayakan HUT ke- 47 kemenangan Revolusi Islam.
Dalam pesan yang disiarkan televisi pada Kamis malam (12/2), Ayatullah Khamenei menekankan bahwa pawai tersebut merupakan sumber kebanggaan dan faktor yang menunjang kekuatan dan martabat Republik Islam Iran, dan membuat kubu musuh kecewa dan bahkan frustasi dalam upaya mereka menundukkan bangsa Iran.
Berikut ini pesan lengkapnya;
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Wahai rakyat Iran yang mulia, kemarin Hari 22 Bahman (11 Februari) tahun ini Anda sekalian telah melakukan karya besar, mengangkat Iran tinggi-tinggi, senantiasa mendukung Republik Islam sebagaimana, dan menambah kekuatannya.
Kubu musuh mengalami frustasi dalam berbagai statemen dan perencanaannya untuk membuat bangsa Iran menyerah. Pekerjaan besar ini, berkat taufik dari Allah, telah kalian lakukan kemarin.
Semoga Allah membalas bangsa ini atas kehadiran dan gerakan sedemikian agung ini dengan kemuliaan yang lebih besar, kekekuatan yang lebih besar, dan kemerdekaan yang lebih optimal, insya Allah.
Mari kita semua berusaha menjaga ikatan dan solidaritas nasional. Solidaritas nasional ini sangatlah bernilai dan berharga. Sebuah bangsa telah turun ke jalanan untuk memekikkkan satu kata, satu semboyan, dan satu aspirasi. Ini sangatlah berharga. Mereka praktis telah menunjukkan bahwa mereka eksis di lapangan dan mampu menampakkan identitas dan kepribadian mereka di hadapan musuh.
Saya berterima kasih kepada segenap bangsa Iran. Saya mengucapkan selamat kepada setiap orang yang kemarin telah berpartisipasi dalam konsentrasi akbar jutaan massa di seantero negeri ini.
Wassalamualaikum wr. wb.
Seperti diketahui, pada hari Rabu 11 Februari 2026, jutaan rakyat di seluruh penjuru Iran telah menggelar pawai dan rapat akbar perayaan HUT ke-47 Kemenangan Revolusi Islam 1979. Massa meneriakkan slogan-slogan kutukan terhadap kejahatan AS selama beberapa dekade terhadap bangsa Iran, serta kekejaman rezim Israel di tanah Palestina dan sekitarnya.
Mereka juga membawa poster-poster para martir perang Irak selama delapan tahun terhadap Iran pada tahun 1980-an, perang AS dan Israel terhadap Iran selama 12 hari pada Juni 2025, dan kerusuhan yang didalangi asing beberapa waktu lalu, serta para martir lain yang kehilangan nyawa mereka dalam menjalankan tugas.
Sekitar 7.200 jurnalis domestik dan hampir 200 perwakilan media asing meliput pawai dan rapat akbar tersebut, dan mendokumentasikan partisipasi publik dan upacara terkait serta melawan narasi media Barat yang meremehkan ataupun mendistori pemberitaan mengenai aksi nasional tersebut. (mm/irib)