Teheran, LiputanIslam.com – Panglima Angkatan Laut Iran, Laksamana Shahram Irani, pada hari Kamis (12/2) menegaskan bahwa pasukannya memantau pergerakan musuh sepanjang waktu, dan bahwa rakyat Iran merupakan ancaman terbesar mereka.
Laksamana Irani menambahkan bahwa negaranya sangat serius dalam diplomasi pertahanan Angkatan Laut, dan menerima undangan untuk berpartisipasi dalam berbagai latihan. Dia mengungkapkan bahwa pihak lain telah meminta untuk mengirimkan instruktur, dan menekankan bahwa Angkatan Laut Iran telah menjadi pemain berpengaruh di kancah internasional.
Irani menjelaskan bahwa prioritas pasukannya adalah memastikan keamanan ekonomi kapal-kapal Iran, dan bahwa kehadiran pasukan ini telah berkontribusi pada keamanan semua negara di zona operasinya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa lautan massa yang berpartisipasi dalam demonstrasi nasional perayaan HUT ke-47 Revolusi Islam 1979 dengan jelas mengumumkan bahwa hak dan martabat mereka tidak untuk dijual.
Dalam sebuah unggahan di akun X-nya pada hari Kamis (12/2), Araghchi menyatakan bahwa dalam demonstrasi akbar pada hari Rabu, “jutaan rakyat Iran kembali mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia bahwa hak dan martabat Iran tidak untuk dijual.”
Dia menambahkan bahwa jutaan orang memadati jalan-jalan Iran untuk memperingati ulang tahun ke-47 dari apa yang oleh para cendekiawan digambarkan sebagai “Revolusi Besar Terakhir Abad ke-20.”
Araghchi mencatat bahwa Iran pasca Revolusi Islam telah membawa perkembangan yang mendalam, khususnya selama 12 bulan terakhir.
“Hanya dalam setahun terakhir saja, rakyat kita telah menjadi sasaran serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh dua rezim bersenjata nuklir dan kemudian operasi teroris besar-besaran; namun Republik Islam Iran selalu berdiri teguh,” tegas diplomat senior Iran tersebut. (mm/alalam/presstv)