Teheran, LiputanIslam.com – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dalam kunjungannya ke Oman memuji kemampuan rudal negara ini karena antara lain telah mengekang ambisi regional rezim Israel, dan menjadi kekuatan penggentar, dan karena itu dia menolak pencantuman kekuatan pertahanan Iran dalam daftar tema pembicaraan tidak langsung negara ini dengan AS.
“Rezim Zionis berusaha mendominasi kawasan ini, tetapi rudal-rudal Iran telah membuat rezim ini berkutat di tempatnya,” katanya di Muscat, ibu kota Oman, Selasa (10/2)
Dia merujuk pada beberapa putaran serangan balasan Iran yang menentukan dan berhasil terhadap entitas Zionis.
Dalam serangan terakhirnya, Iran telah menembakkan ratusan rudal, termasuk varian balistik dan hipersonik, ke arah target-target sensitif dan strategis rezim Israel sebagai serangan balik dalam perang Israel-AS terhadap Iran.
Larijani menekankan bahwa keterlibatan diplomatik saat ini dengan AS hanya berfokus pada masalah nuklir. “Belum ada pembicaraan mengenai hal-hal lain,” katanya, seraya memperingatkan bahwa “mengajukan tuntutan tambahan akan menyebabkan kegagalan negosiasi.”
Dia juga mengatakan, “jika negosiasi berjalan dalam kerangka kerja yang wajar, ada kemungkinan keberhasilan.”
Larijani berada di Muscat setelah putaran terbaru negosiasi nuklir tidak langsung antara Teheran dan Washington yang diselenggarakan di kota tersebut.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, yang memimpin tim negosiasi Iran, menyebut proses tersebut sebagai “awal yang baik” dan mengatakan pihak AS telah diberitahu bahwa kelanjutan pembicaraan bergantung pada tidak adanya ancaman dan tekanan. (mm/presstv)