Gaza, LiputanIslam.com – Juru bicara sayap militer Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam, Abu Ubaidah, menyampaikan pesan tajam kepada milisi yang bersekongkol dengan rezim pendudukan Israel, di tengah suasana sensitif setelah gugurnya seorang anggota Qassam di Rafah, Jalur Gaza selatan.
Dia memperingatkan bahwa ajal “anjing-anjing pelacak” dan para agen rezim pendudukan sudah dekat, dan bahwa akhir mereka akan berupa kematian dan kebinasaan yang tak terhindarkan.
Dia menegaskan bahwa musuh tidak akan dapat melindungi mereka dari pengadilan rakyat, dan bahwa tanah Palestina tidak akan menerima mereka, bahkan sebagai kuburan sekalipun.
Abu Ubaidah secara khusus memberi penghormatan kepada “para pahlawan perlawanan yang terkepung di lingkungan Rafah,” yang menolak penghinaan dan penyerahan diri serta lebih memilih mati syahid daripada menyerah. Dia menegaskan bahwa kisah mereka akan diajarkan kepada generasi mendatang dan nama mereka akan terukir dalam sejarah kejayaan.
Pesan tegas tersebut disampaikan setelah Ghassan al-Dahini, komandan agen pendudukan di sebelah timur Rafah, mengumumkan gugurnya seorang pejuang perlawanan, sementara pasukan pendudukan mengumumkan pembunuhan empat pejuang perlawanan yang bentrok dengan tentara mereka setelah keluar dari terowongan yang terkepung di Rafah, Jalur Gaza selatan.
Ibrahim al-Madhoun, direktur Yayasan Media Palestina, nada Abu Ubaidah kali ini mencerminkan ketegasan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam mengidentifikasi musuh internal. Abu Ubaidah menyebut mereka sebagai “agen yang diarabkan,” sebuah istilah dengan implikasi politik dan militer yang signifikan.
Al-Madhoun menyebutkan bahwa pesan intinya adalah adanya “krisis besar” yang berasal dari kelompok-kelompok yang telah “memilih untuk bersekongkol dengan rezim pendudukan,” sebuah langkah yang mendapat penolakan luas dari masyarakat, faksi-faksi, dan perlawanan Palestina.
Dia menilai pernyataan Brigade Al-Qassam mengandung ancaman langsung kepada mereka dan bahwa bahwa tindakan mereka pasti akan membawa mereka pada konfrontasi langsung dengan kubu perlawanan. (mm/alalam/aljazeera)