Teheran, LiputanIslam.com – Penasihat Politik Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayjen Yadollah Javani, menegaskan bahwa peluncuran rudal Khorramshahr-4 membawa pesan yang jelas kepada AS bahwa kalaupun duduk di meja perundingan, Iran tidak akan pernah melepaskan kemampuan militernya.
Dalam sebuah wawancara dengan Al-Mayadeen, Kamis (5/2), Jenderal Javani menekankan bahwa Iran “tidak akan mundur dari posisinya dan tidak mencari perang,” sembari memperingatkan bahwa setiap “kesalahan yang dilakukan musuh akan dibalas dengan respon yang kuat.”
Dia memastikan tim perunding Iran “tidak akan ragu dan akan melanjutkan dengan penuh percaya diri, mengandalkan kekuatan dan kemampuan militer Iran.”
Menurutnya, AS “kembali ke perundingan dengan merendah”, dan “Iran tidak mengubah prinsipnya dalam hal ini, dan sikap perundingannya didasarkan pada logika kekuatan dan pencegahan, bukan pada konsesi atau kelemahan.”
“Kami telah mengirimkan pesan yang jelas kepada negara-negara di luar kawasan bahwa menyulut api di kawasan ini juga akan membakar mereka,” sambungnya.
Dia menyatakan bahwa pengiriman drone ke arah kapal induk AS membuktikan bahwa Iran secara akurat memantau semua pergerakan Angkatan Laut AS, mengandalkan kemampuan sendiri untuk pertahanan dan bahwa mereka memiliki “kemampuan penuh” di bidang ini.
Dia juga menyebutkan bahwa Iran mempertahankan hubungan kerja sama yang berkelanjutan dengan Rusia dan Tiongkok, dan bahwa kedua belah pihak memahami bahwa tindakan AS di kawasan Timur Tengah juga memengaruhi kepentingan mereka.
Sebelumnya , Divisi Dirgantara Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menampakkan rudal Khorramshahr-4, salah satu rudal balistik hipersonik tercanggih Iran, di pangkalan rudalnya.
Rudal Khorramshahr-4 berjarak jangkau hingga 2.000 kilometer, hulu ledak berat seberat 1.500 kilogram, dan akurasi sekitar 30 meter.
Rudal ini, yang dianggap sebagai tambahan baru dalam doktrin ofensif Iran, teristimewakan oleh kecepatannya yang ekstrem, yaitu Mach 16 di luar atmosfer dan Mach 8 di dalamnya, dan meminimalkan waktu respon sistem pertahanan udara musuh.
Lebih lanjut, penggunaan hulu ledak yang dapat bermanuver (MaRV), bersama dengan panduan tahap menengah, penampang radar yang berkurang, dan ketahanan perang elektronik yang tinggi, secara signifikan meningkatkan kemampuannya untuk menembus sistem pertahanan.
Penyebaran rudal Khorramshahr-4 di kota-kota rudal bawah tanah, bertepatan dengan pengumuman pergeseran doktrin angkatan bersenjata Iran dari pertahanan ke ofensif, membawa pesan yang jelas kepada musuh bahwa kemampuan rudal Iran tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus dikembangkan dalam hal akurasi, kecepatan, dan daya tembus, dengan mengandalkan teknologi mutakhir. (mm/almayadeen/alalam)