Quds, LiputanIslam.com – Surat kabar Israel Yedioth Ahronoth (YA) melaporkan bahwa Israel khawatir negosiasi yang diantisipasi antara Washington dan Teheran hanya akan berfokus pada program nuklir Iran, mengesampingkan masalah rudal balistik.
Surat kabar itu pada hari Senin (2/2) juga membahas kunjungan utusan AS Steve Wittkopf ke Israel pada hari Selasa, dan pertemuannya dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
YA menyatakan, “Wittkopf ingin mendengar prioritas Israel dalam negosiasi, khususnya apa yang dianggap Israel sebagai kesepakatan yang baik dengan Iran. Israel juga memiliki garis merah terkait masalah nuklir, termasuk pemindahan uranium yang diperkaya dari wilayah Iran. Kekhawatiran terbesar adalah bahwa AS mungkin akan menerima kesepakatan yang hanya membahas masalah nuklir, mengabaikan rudal balistik dan dukungan Iran kepada proksinya.”
Menurutnya, Israel menganggap program rudal Iran sebagai ancaman eksistensial yang harus ditanggulangi, dan mengharapkan AS bersikeras mengurangi jumlah rudal, terutama jangkauannya.
“Jika Iran berkomitmen untuk tidak mengembangkan rudal jarak jauh, ancaman terhadap Israel akan berkurang, tetapi Iran menolak untuk membahas masalah ini. Mandat yang diberikan oleh Iran kepada tim negosiasinya terbatas hanya pada masalah nuklir, dan ini, dari perspektif Israel, merupakan awal yang buruk,” tulisnya.
YA menyatakan kekhawatiran Israel bahwa “Witkov mungkin akan jatuh ke dalam perangkap Iran.”
Dalam konteks ini, surat kabar Israel Hayom (IH) menyatakan, “Netanyahu akan menyampaikan kepada Witkov batasan Israel mengenai kesepakatan apa pun dengan Iran. Batasan itu mencakup pendirian yang sudah dikenal mengenai penghentian pengayaan uranium di Iran, penghentian program rudal, dan penghentian dukungan kepada organisasi teroris.”
Sementara itu, Wakil Sekretaris Urusan Kebijakan Luar Negeri di Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Bagheri, pada hari Senin (2/2) melontarkan pernyataan tegas perihal spekulasi mengenai transfer bahan nuklir yang diperkaya, dan memastikan Iran tidak berniat mentransfernya ke entitas asing mana pun.
“Pejabat Iran tidak berniat mentransfer bahan nuklir yang diperkaya ke negara mana pun,” tegasnya, sembari mengarakan bahwa negosiasi tidak akan berfokus pada masalah tersebut. (mm/raialyoum/alalam)