Teheran, LiputanIslam.com – Juru bicara Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Rezaei memastikan Iran memiliki kendali intelijen tingkat tinggi atas musuh-musuhnya dan memantau semua pergerakan mereka.
Dia memperingatkan bahwa jika terjadi perang maka Iran akan melenyapkan 50% kemampuan musuh pada tahap awal.
“Jika terjadi agresi, kami akan merespons pada tingkat tertinggi, dengan tegas dan menghancurkan. Kami memiliki kendali intelijen tingkat tinggi atas musuh dan memantau semua pergerakan mereka,” ujarnya.
Dia menambahkan, “Jika AS melakukan kesalahan dan melancarkan serangan, mereka akan memasuki konfrontasi regional, dan kepentingan militer dan ekonomi AS di kawasan itu akan berada dalam jangkauan kemampuan operasional Iran.”
Dia memastikan kemampuan ofensif Iran lebih kuat daripada sewaktu Perang 12 Hari, dan kemampuannya lebih besar daripada yang telah ditunjukkan sejauh ini.
Dia lantas menegaskan, “Jika kita menyerang kepentingan musuh dalam kemungkinan perang, kita akan melenyapkan 50% kemampuan mereka pada fase pertama.”
Secara terpisah, Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Laksamana Alireza Tangsiri menegaskan tekad teguh bangsa Iran dalam menghadapi ancaman eksternal.
Dia menekankan bahwa Iran yang didukung oleh “kecerdasan, keyakinan, dan persatuan” akan tetap menjadi penghalang yang teguh terhadap konspirasi musuh-musuhnya, dan terus menjunjung tinggi panji kebanggaan Revolusi Islam.
Sehari sebelumnya, Panglima Angkatan Bersenjata Iran, Amir Hatami, memperingatkan AS dan Israel agar tidak melakukan serangan, dengan mengatakan bahwa pasukan negaranya dalam keadaan siaga tinggi menyusul pengerahan militer besar-besaran Washington di Teluk.
“Jika musuh melakukan kesalahan, tanpa ragu itu akan membahayakan keamanan mereka sendiri, keamanan kawasan, dan keamanan rezim Zionis,” tegasnya.
Dia menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran “dalam kesiapan defensif dan militer penuh”.
ASmengirimkan kelompok serang angkatan laut ke Timur Tengah yang dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln.
Pada hari Jumat, Presiden AS Donald Trump mengaku memperkirakan Iran akan berupaya untuk menegosiasikan kesepakatan mengenai program nuklir dan rudalnya daripada menghadapi tindakan militer AS.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan bahwa Teheran siap untuk pembicaraan nuklir, tetapi rudal dan pertahanannya “tidak akan pernah dinegosiasikan”. (mm/alalam/presstv/irna)