Teheran, LiputanIslam.com – Israel memberikan informasi intelijen kepada AS mengenai program rudal balistik Iran dalam kunjungan Kepala Intelijen Militer Israel, Mayjen Shlomi Bender, ke Washington, menurut media Israel.
Badan Penyiaran Israel, Kan, melaporkan pada hari Jumat (30/1) bahwa Bender, yang mengunjungi Washington Selasa dan Rabu lalu, telah “menyampaikan informasi intelijen mengenai program rudal balistik Iran.”
Melalui Bender, Israel menyampaikan kekhawatirannya kepada AS bahwa “setiap potensi kesepakatan yang mungkin dicapai Presiden AS Donald Trump dengan Iran dapat terbatas hanya pada program nuklir, tanpa memasukkan sistem rudal balistik atau aktivitas regionalnya.”
“AS belum mengambil keputusan mengenai serangan militer terhadap Iran, sementara Israel menilai bahwa pemerintah AS lebih memilih untuk menyelesaikan jalur negosiasi sebelum menggunakan tindakan militer apa pun,” ungkap Kan.
Israel khawatir akan terulangnya apa yang mereka sebut sebagai “celah” dalam perjanjian sebelumnya dengan Iran, yang dibatalkan secara sepihak oleh Trump pada periode pertama kepresidenannya, khususnya pengabaian isu-isu di luar program nuklir, seperti program rudal, di samping kurangnya kerangka waktu yang jelas untuk perjanjian tersebut.
Dalam konteks ini, Kan mengutip sumber-sumber di lembaga keamanan Israel yang menyatakan “kekhawatiran mereka bahwa tuntutan Washington akan terbatas pada pencegahan Iran memperoleh senjata nuklir saja, tanpa membahas isu-isu lainnya.”
Pada hari Kamis, Channel 12 Israel, mengutip keterangan pejabat AS bahwa Bender melakukan kunjungan mendadak ke Washington, D.C., pada hari Selasa dan Rabu untuk membahas “isu-isu sensitif” terkait potensi serangan AS terhadap Iran.
Laporan tersebut menambahkan bahwa Bender “mengadakan pertemuan dengan pejabat senior di Pentagon, Gedung Putih, dan CIA, di mana ia memberikan informasi intelijen terbaru tentang target potensial di wilayah Iran.”
Sebelumnya, Trump mengungkapkan bahwa Iran serius ingin mencapai kesepakatan dengan AS, dan menyatakan harapannya agar hal ini dapat terwujud.
Trump menyebutkan bahwa negaranya saat ini mengirimkan sejumlah besar kapal ke arah Iran, tetapi juga menyatakan harapannya untuk mencapai kesepakatan.
“Jika kita mencapai kesepakatan, itu akan bagus. Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan lihat apa yang terjadi,” sumbarnya.
Iran percaya bahwa AS menggunakan sanksi, tekanan, dan penghasutan kerusuhan untuk menciptakan dalih bagi intervensi asing yang bertujuan untuk menggulingkan rezim. Iran bersumpah akan memberikan respon “komprehensif dan belum pernah terjadi sebelumnya” terhadap segala bentuk serangan terhadapnya, meskipun hal itu digambarkan sebagai “terbatas” oleh beberapa pernyataan dan bocoran informasi dari AS. (mm/raialyoum)