Baghdad, LiputanIslam.com – Sekjen Brigade Hizbullah Irak, Abu Hussein al-Hamidawi, menyerukan kepada para mujahidin di seluruh dunia untuk bersiap menghadapi perang skala penuh dan siap siaga di lapangan untuk mendukung Republik Islam Iran.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu (25/1), al-Hamidawi menekankan keharusan kekuatan poros mendukung Republik Islam dan memberikan semua bantuan yang memungkinkan, dan menegaskan bahwa perang terhadap Iran bukanlah pekerjaan yang mudah.
Ditujukan kepada “musuh” al-Hamidawi berkata, “Kalian akan merasakan kematian yang paling pahit, dan tidak akan ada yang tersisa dari kalian di wilayah kami.”
Hizbullah Irak menyerukan demikian di tengah maraknya laporan tentang rencana AS-Israel untuk menyerangIran, tanpa menyebutkan jangka waktu tertentu, sementara para pejabat Iran menegaskan kesiapan negara tersebut untuk “membela diri dan menghadapi agresi.”
Kepala Asosiasi Jurnalis Iran dan anggota dewan media pemerintah Iran, Mashallah Shamsolvaezin, dalam sebuah wawancara dengan Al-Mayadeen kemarin menyatakan bahwa Teheran telah diberitahu oleh Washington, melalui pihak ketiga, bahwa Iran akan menjadi sasaran serangan terbatas terhadap fasilitasnya, dan bahwa Iran harus menanggung serangan-serangan ini “tanpa tanggapan yang kuat.” Ia menjelaskan bahwa pernyataan yang dibuat oleh para pejabat Iran kepada Reuters merupakan tanggapan terhadap tuntutan ini.
Seorang pejabat senior Iran sebelumnya telah memperingatkan Reuters bahwa negaranya “akan menganggap setiap serangan terhadapnya sebagai perang skala penuh.”
Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menegaskan bahwa konsekuensi serangan terhadap Iran akan sangat buruk.
Dalam sebuah unggahan di platform X, Azizi mengatakan, “Jika AS melakukan kesalahan berdasarkan salah perhitungan presidennya yang delusional, saya harap tentara mereka di kawasan sekitar sudah mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga mereka.”
Unggahan tersebut disertai dengan foto tentara Amerika yang melihat peti mati tentara Amerika yang tewas dalam perang sebelumnya. (mm/raialyoum)