Teheran, LiputanIslam.com – Mantan menteri perang Israel, Avigdor Lieberman mengakui bahwa serangan dahsyat rudal Iran menimbulkan kerugian besar pada “target strategis” Israel selama Perang 12 Hari pada Juni 2025.
“Kita memiliki angkatan udara terbaik di dunia, tetapi pada saat yang sama, kita melihat kekuatan sebenarnya dari rudal balistik Iran: Emad-1, Shahab-3, Khorramshahr, dan lainnya,” kata Lieberman pada hari Kamis (22/1).
“Jelas, Iran menyerang target strategis Israel. Saya tidak ingin membahas detailnya; tidak mungkin untuk menjelaskan lebih lanjut sekarang,” sambungnya.
Dia juga mengatakan, “Iran berhasil menghancurkan laboratorium dan semua penelitian yang telah dikumpulkan, semua data dan hasil kerja kita selama beberapa dekade.”
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memulai serangan balik dalam operasi militer Janji Nyata III pada malam hari tanggal 13 Juni 2025, beberapa jam setelah rezim Zionis Israel, yang didukung oleh AS, melakukan agresi militer skala besar di berbagai lokasi di Iran terhadap fasilitas nuklir, infrastruktur militer, dan bangunan tempat tinggal di Teheran dan kota-kota lainnya.
Dalam agresi itu Israel membunuh sejumlah perwira tinggi militer dan ilmuwan nuklir Iran serta warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan.
Operasi Iran terbaru melibatkan serangan rudal dan drone skala besar oleh IRGC terhadap situs-situs di seluruh wilayah Palestina yang diduduki.
“Iran menyerang target strategis, dan kita belum siap untuk bertahan sekarang,” kata Liberman.
“Kemarin, saya membaca di surat kabar bahwa Netanyahu meminta Trump untuk menunda serangan terhadap Iran, karena kita belum siap di bidang pertahanan,” imbuhnya.
Laporan media Barat mengatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini meminta Presiden AS Donald Trump untuk menunda rencana serangan militer terhadap Iran.
Laporan media Israel mengatakan bahwa kemungkinan ada berbagai alasan mengapa Netanyahu mendorongnya ke arah itu. Menurut para pengamat, keengganan Netanyahu mengungkap celah pertahanan udara baru dan bahwa Israel tidak mampu menghadapi potensi serangan rudal balistik Iran. (mm/presstv)