Teheran, LiputanIslam.com – Petinggi militer Iran menanggapi ancaman Presiden AS Donald Trump, dan memperingatkan bahwa upaya serangan terhadap Pemimpin Besar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei akan membangkitkan pembalasan militer yang dahsyat.
Juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata, Jenderal Abolfazl Shekarchi, menyampaikan demikian dalam pertemuan di Teheran pada hari Selasa (20/1).
Jenderal Shekarchi menyebut pernyataan Trump bahwa pemimpin Iran harus berubah sebagai bagian dari kampanye perang psikologis yang lebih luas. “Kami tidak menganggap penting seruan Trump,” katanya.
Dia lantas menegaskan, “Trump tahu bahwa jika tangan agresor mengarah Pemimpin kami, kami tidak hanya akan menebas tangan itu, dan ini bukan sekadar slogan, melainkan akan membakar dunia mereka dan tidak meninggalkan tempat perlindungan yang aman bagi mereka di kawasan.”
Dia menambahkan, “Musuh menyadari hal ini, namun mereka terus melanjutkan perang kognitif mereka. Mereka tahu bahwa jika bahkan sebagian kecil wilayah kita dilanggar, kita akan menetralisir ancaman tersebut sebelum dapat meluas,” tambahnya, sembari menyebut Perang 12 Hari pada Juni 2025 sebagai preseden historis dari kemampuan ini.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa unit intelijennya telah membongkar dan menggulung dua jaringan teroris di timur laut Iran, yang terkait dengan Organisasi Mujahidin-e Khalq (MKO) dan kelompok monarkis, setelah kerusuhan yang didukung asing baru-baru ini.
Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, cabang IRGC di Provinsi Khorasan Razavi mengatakan pasukan intelijennya, yang bertindak di bawah koordinasi dengan peradilan dan badan keamanan lainnya, memberikan “pukulan telak” kepada elemen-elemen kunci dari jaringan teroris Amerika-Zionis yang beroperasi di tingkat provinsi.
Menurut pernyataan tersebut, pasukan menangkap sebuah sel beranggotakan lima orang yang terkait dengan MKO dan sebuah tim bersenjata beranggotakan tiga orang yang berafiliasi dengan organisasi teroris monarkis.
Penggeledahan tempat persembunyian individu yang menjadi target menyebabkan penemuan dan penyitaan senjata api dan bahan peledak.
IRGC mengatakan operasi tersebut juga menghasilkan identifikasi dan pembongkaran jaringan yang melakukan tindakan kekerasan terhadap warga sipil, menghancurkan properti publik, dan membakar infrastruktur transportasi dan energi perkotaan, dan menyebabkan kerusakan yang luas.
Pernyataan itu menambahkan bahwa penangkapan tersebut dilakukan dalam rangka mengatasi “pemberontakan Amerika-Zionis” baru-baru ini, di mana sejumlah anggota pasukan keamanan dan warga sipil gugur diserang elemen teroris. (mm/presstv)