Quds, LiputanIslam.com – Pemimpin partai Yisrael Beiteinu, Avigdor Lieberman, memperingatkan ihwal meningkatnya ancaman Iran, dan menyatakan rudal Iran telah mengubah aturan perang dan menyerukan persiapan untuk mengevakuasi fasilitas strategis yang sensitif sebagai antisipasi terhadap potensi konfrontasi.
Dikutip surat kabar Israel Hayom, Senin (19/1), Lieberman dalam pertemuan faksi parlemennya mengaku sebelumnya telah menyerukan kesiapan defensif terhadap Iran, tetapi kemudian mendapat kritik dan serangan tajam.
“Ironisnya, kemarin saya membaca bahwa perdana menteri sendiri meminta penundaan serangan terhadap Iran, dengan alasan bahwa Israel belum siap. Ini adalah harga dari penundaan keputusan dan kegagalan untuk bertindak tepat waktu,” ujarnya.
Menurut Lieberman, jika terjadi konfrontasi, Iran akan berupaya menggempur situs-situs strategis di Israel, seperti yang telah dilakukan sebelumnya dalam serangan terhadap fasilitas-fasilitas sensitif, sementara pengosongan semua target adalah hal yang mustahil, tetapi perlu persiapan evakuasi segera dan terorganisir terhadap situs-situs vital.
Lieberman juga mengutip laporan terbaru dari Pengawas Keuangan Negara yang mengungkapkan bahwa lebih dari tiga juta warga Israel hidup tanpa perlindungan yang memadai, di samping sekitar setengah juta siswa yang bersekolah tanpa keamanan yang cukup.
Dia mengkritik keras kinerja lembaga keamanan dan kepemimpinan politik, dan menegaskan bahwa kekurangan tersebut telah berlanjut sejak perang terakhir tanpa langkah nyata yang diambil untuk mengatasi kekurangan tersebut.
Lieberman mengatakan, “Alih-alih berinvestasi dalam pembelian skuadron pesawat tambahan, kita harus membangun kekuatan rudal yang sesungguhnya. 90 persen peperangan modern dilakukan dengan rudal.” Dia menambahkan bahwa memiliki angkatan udara yang canggih saja tidak lagi cukup mengingat perkembangan signifikan persenjataan rudal Iran.
Dia menyimpulkan dengan menyerukan kepada lembaga keamanan untuk melakukan penilaian ulang komprehensif terhadap strategi pertahanan dan serangannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang, mengingat lanskap regional yang berkembang pesat. (mm/alalam)