Quds, LiputanIslam.com – Channel 13 Israel pada hari Minggu (18/1) melaporkan bahwa keadaan siaga di Israel diperkirakan akan berlanjut selama beberapa minggu.
Sebelumnya, Radio Militer Israel melaporkan bahwa para pejabat Pentagon khawatir kekuatan militer Amerika di Timur Tengah tidak cukup untuk mencegah potensi belasan Iran.
Situs berita Israel Zman Israel menyatakan bahwa dilema yang dihadapi Presiden AS Donald Trump tidaklah sederhana, karena meskipun dia percaya dapat memberikan pukulan telak kepada Iran, namun dia juga menerima peringatan bahwa dia justru akan menghadapi pertempuran dan mungkin bahkan perang skala penuh.
Sementara itu, Militer Israel mengumumkan pada hari Minggu kedatangan tiga jet tempur F-35 Adir baru di Pangkalan Udara Nevatim (di Israel selatan), yang secara resmi memasuki dinas dengan skuadron tempur.
Militer Israel menyatakan, “Tiga jet tempur Adir (F-35) baru, yang diproduksi oleh Lockheed Martin, mendarat hari ini di Pangkalan Udara Nevatim dan telah diberi logo Angkatan Udara Israel.”
Pernyataan tersebut menambahkan bahwa “sistem jet tempur Adir telah aktif berpartisipasi sejak pecahnya perang saat ini (merujuk pada perang di Jalur Gaza) dalam melaksanakan berbagai misi defensif dan ofensif di semua lini.” (mm/raialyoum)