Teheran, LiputanIslam.com – Pasukan keamanan Iran menyatakan pihaknya telah menyita 60.000 dan membongkar sel teroris yang dilatih Mossad untuk menunggangi aksi protes yang semula berjalan damai tapi kemudian berubah rusuh akibat campur tangan asing.
Komando Penegakan Hukum Iran (FARAJA) mengumumkan bahwa “60,000 senjata ditemukan bersama para perusuh di Bushehr,” senjata-senjata ini ditujukan untuk Teheran, dan dua teroris juga ditangkap dalam operasi tersebut.
Sementara itu, pasukan intelijen berhasil mengidentifikasi dan menangkap anggota “geng teroris berbahaya dan bersenjata” yang ditugaskan untuk membunuh orang.
Menurut kantor berita Tasnim, sel ini dilatih oleh Mossad dalam metode perang kota tingkat lanjut dan ditugaskan untuk memanfaatkan kerusuhan untuk menyebabkan kematian, “setelah melakukan banyak kejahatan teroris”.
Setelah menerima berbagai jenis senjata dan peralatan perang kota dari para pemimpin yang ditunjuk, geng ini bergerak melalui jalan-jalan ibu kota, dan melepaskan tembakan ke arah kerumunan, menyebabkan ratusan orang tewas dan terluka, ungkap laporan itu.
Gambar yang diperoleh dari pergerakan geng teroris ini menunjukkan distribusi berbagai jenis persenjataan, termasuk senapan AK-47 dan senapan laras pendek, serta peralatan komunikasi, seperti telepon satelit, yang digunakan oleh teroris terlatih untuk membunuh ratusan orang.
Para anggota sel ini juga menyerang markas militer dan polisi, mencuri senjata dan mendistribusikannya untuk menciptakan perang kota dan meningkatkan jumlah kematian.
Laporan itu menambahkan bahwa selama operasi pelacakan, “sejumlah besar senjata dengan berbagai jenis, amunisi, dan peralatan satelit ditemukan dan disita,”
Demonstrasi damai akhir bulan lalu secara bertahap berubah menjadi kekerasan, ketika para perusuh mengamuk di kota-kota di seluruh negeri, membunuh pasukan keamanan dan warga sipil serta menyerang infrastruktur publik.
Para pejabat Iran mengaitkan kerusuhan dan aksi terorisme dengan AS dan rezim Israel.
AS dan Mossad Israel mengakui keterlibatan mereka di lapangan. Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mencuit, “Selamat Tahun Baru untuk setiap warga Iran di jalanan. Juga, untuk setiap agen Mossad yang berjalan di samping mereka.”
Dalam unggahan media sosial berbahasa Farsi, Mossad mendorong para perusuh untuk “Turun bersama ke jalanan. Waktunya telah tiba,” dan menyatakan bahwa agen Mossad bersama para perusuh “tidak hanya dari kejauhan dan secara verbal. Kami bersama (mereka) di lapangan.” (mm/presstv)