Quds, LiputanIslam.com – Situs berita Ynet, melaporkan bahwa dengan dimulainya fase kedua perjanjian Gaza, jelas bahwa Hamas belum dikalahkan dan masih memiliki puluhan ribu pejuang serta infrastruktur terowongan dan roket yang luas.
Situs Israel tersebut dalam sebuah laporannya, Kamis (15/1), mencatat bahwa gencatan senjata dan penarikan Israel memungkinkan Hamas untuk menggunakan waktu tersebut untuk membangun kembali kekuatannya, sementara tentara Israel tetap terikat oleh aturan keterlibatan defensif dan hanya bertindak sebagai respons terhadap ancaman langsung.
Tentara Israel saat ini terlibat dalam perdebatan internal mengenai sejauh mana jaringan terowongan tersebut benar-benar telah dihancurkan, karena beberapa di antaranya hanya rusak sebagian, sementara Hamas telah berhasil memperbaiki dan mengembangkannya, belajar dari taktik tentara selama operasi sebelumnya.
Gerakan tersebut mempertahankan sebagian besar personelnya, termasuk para pemimpin dan pusat komando dan kendalinya, dan terus menggunakan taktik perang gerilya melawan pasukan Israel.
Laporan tersebut menyebutkan Hamas juga memiliki sumber dana dalam bentuk tunai, yang memungkinkan mereka untuk membayar gaji dan menjaga ketenangan relatif di Gaza.
Brigade-grigade pejuang di Jalur Gaza tengah, khususnya di daerah Deir al-Balah dan Nuseirat, yang tidak menjadi sasaran operasi darat Israel, telah menjadi pusat militer dan logistik bagi Hamas setelah perang, dengan kecurigaan bahwa gudang senjata dan bengkel manufaktur dipindahkan ke sana.
Penilaian yang berlaku di Israel adalah bahwa beralih ke fase kedua, yang mencakup konsesi ekonomi dan bahan-bahan rekonstruksi, dapat mempercepat kebangkitan kembali Hamas dan mengurangi pencapaian perang sebelumnya. (mm/raialyoum)