Teheran, LiputanIslam.com – Mantan komandan Korps Garda Revolusi (IRGC) dan anggota Dewan Kebijaksaan Iran, Mohsen Rezai, melontarkan pesan keras kepada Presiden AS Donald Trump, dan memperingatkan agar tidak melakukan serangan terhadap Iran.
“Para komandan militer kami dalam keadaan siaga tinggi. Jika musuh melakukan tindakan apa pun, kami akan merespon dengan tanggapan yang menghancurkan dan dahsyat,” katanya dalam sebuah wawancara televisi, Kamis (15/1).
Rezaei menyebutkan bahwa alasan para komandan militer tidak menghadiri pemakaman korban gugur dalam kerusuhan baru-baru ini adalah karena mereka “dalam keadaan siaga perang.”
“Ketika saya melihat wajah Trump, saya teringat pada tentara Hitler yang terjebak di salju Rusia. Dia tidak tahu negara seperti apa yang mereka hadapi,” lanjutnya.
Ditujuan kepada Trump, Mohsen Rezai mengatakan,“Apakah Anda pikir kami akan menerima permintaan gencatan senjata Anda jika Anda melancarkan serangan jangka pendek? Mundurlah, atau tidak satu pun pangkalan Anda di kawasan sekitar akan aman.”
Sementara itu, Panglima Bersenjata Iran, Mayjen Amir Hatami, menegaskan bahwa pasukan keamanan siap untuk menggagalkan rencana musuh.
Menurutnya, demonstrasi akbar rakyat Iran pada hari Senin telah mengandaskan semua rencana musuh, dan namun semua pasukan keamanan siap untuk menggagalkan konspirasi.
Hatami menjelaskan bahwa semua pihak yang menjaga keamanan, terutama polisi, pasukan Basij, Garda Revolusi, dan tentara, berada di pihak rakyat untuk melindungi kepentingan nasional dan infrastruktur negara. Ia mengklarifikasi bahwa bersama-sama mereka mampu menggagalkan fase rencana musuh ini.
Dia menambahkan bahwa demonstrasi akbar itu mengirimkan pesan kepada kekuatan-kekuatan arogan: “Kalian salah, karena inilah Iran.”
Panglima Pasukan Keamanan Dalam Negeri, Brigjen Ahmad Reza Radan, mengatakan kondisi kembali tenang dan sepenuhnya aman, dan berkat kehadiran rakyat, terorisme telah dikalahkan. (mm/alalam/raialyoum)