Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

Published 14/01/2026 6 Min Read
Share
6 Min Read
SHARE

Teheran, LiputanIslam.com –   “Kalian telah mencetak sejarah dan menggagalkan rencana musuh,” demikian dikatakan oleh Pemimpin Besar Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, Selasa (13/1) dalam sebuah pesannya kepada jutaan warga Iran yang turun ke jalan dalam sebuah aksi nasional di seluruh penjuru negara ini pada hari Senin (12/1).

Aksi nasional yang diinisiasi oleh pemerintah dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) itu mengangkat tema “Solidaritas Nasional dan Menghormati Perdamaian dan Persahabatan” dan merupakan wujud solidaritas dan kutukan terhadap kerusuhan dan campur tangan Barat dalam urusan internal Iran.

Gegap gempita unjuk rasa jutaan pendukung pemerintah itu terjadi menyusul kerusuhan dan vandalisme di berbagai provinsi Iran, yang menjatuhkan korban jiwa anggota pasukan keamanan, milisi Basij, dan warga sipil. Hal ini diperparah oleh agitasi eksternal, kampanye propaganda, dan ancaman berulang intervensi militer dari AS dan Israel.

Jelas bahwa aksi itu merupakan pesan balasan, namun apa implikasinya? Dan apakah demonstrasi tersebut mencapai efek yang diinginkan?

Dampak Internal Aksi Unjuk Rasa Pro-Pemerintah

Aksi unjuk rasa besar-besaran pro-pemerintah membuktikan bahwa mayoritas penduduk masih mendukung pemerintah dalam bentuknya saat ini. Pemerintah mendapat dukungan rakyat dalam menghadapi protes yang bertujuan menggulingkan pemerintah atau membawa perubahan radikal dalam bentuk dan struktur pemerintahan, menurut pengamat Iran Ahmad Farouk, yang kepada saluran Al-Mayadeen.

Sementara itu, pengamat politik Mohammed Shams mengatakan, “Unjuk rasa akbar itu secara signifikan meniadakan protes dan kerusuhan yang hendak digambarkan oleh para dalangnya sebagai representasi posisi rakyat Iran.” Namun, dia mendufa masih ada kemungkinan bahwa dukungan dan hasutan eksternal, seiring dengan ancaman AS terhadap Teheran, dapat mendorong para perusuh kembali ke jalanan.

Aksi nasional itu menegaskan ketahanan pemerintah Iran dan kemampuannya memobilisasi dukungan publik, terutama karena demonstrasi kemarin terjadi setelah Ayatullah Khamenei dalam sebuah pidatonya  menegaskan pemilihan antara demonstran yang sah dan perusuh, menurut  Shams.

Sebaliknya, Farouk percaya bahwa demonstrasi pro-pemerintah mungkin menjadi pertanda perpecahan antara dua segmen besar rakyat Iran: yang pertama terdiri dari pemilih yang memberikan suara mereka untuk Presiden Masoud Pezeshkian atau saingannya yang konservatif, Saeed Jalili, sementara yang kedua terdiri dari mereka yang memilih untuk tidak berpartisipasi dalam pemilu terbaru.

Dia menyimpulkan bahwa perpecahan ini adalah salah satu konsekuensi negatif dari peristiwa baru-baru ini di Iran, setelah rezim Republik Islam memperoleh dukungan luas dari berbagai segmen penduduk selama agresi Israel-AS terhadap negara itu pada Juni lalu dan aneka peristiwa yang menyusulnya.

Reaksi Barat terhadap Situasi di Iran

Dalam upaya menjawab pertanyaan tentang bagaimana Barat, yang mendukung protes, bereaksi terhadap situasi pro-pemerintah kemarin, Shams percaya bahwa dunia Barat berfokus pada upaya mengecilkan dan mengabaikan situasi ini, dan memilih untuk terus menyoroti protes dan kerusuhan yang sempat melanda negara itu selama dua minggu.

Hal ini dikonfirmasi oleh pernyataan dari kepala negara-negara Barat atau rezim sekutu mereka, terutama unggahan Presiden Prancis Emmanuel Macron di platform “X”, di mana dia mengatakan, dalam bahasa Persia, bahwa dia sangat mengutuk apa yang disebutnya “kekerasan negara yang secara membabi buta menargetkan perempuan dan laki-laki Iran yang dengan berani menuntut penghormatan terhadap hak-hak mereka.”

Kanselir Jerman Friedrich Merz bahkan berspekulasi lebih jauh dengan mengaku yakin bahwa “rezim di Iran berada di hari-hari dan minggu-minggu terakhirnya.”

Meskipun demikian, Barat mengalami kemunduran lain, karena rencana mereka, yang dipelopori oleh AS dan Israel untuk melemahkan pemerintah Iran dari dalam telah gagal, menurut Shams.

Opsi perang dan agresi pasca aksi nasional

Surat kabar AS The Wall Street Journal pada hari Senin (12/1) mengutip pernyataan pejabat AS bahwa pemerintahan Trump membahas bagaimana melakukan serangan terhadap Iran “untuk memenuhi ancaman presiden AS.” Laporan tersebut menunjukkan bahwa diskusi tersebut membahas identifikasi target potensial di Iran, dan salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap situs-situs militer Iran.

Selain itu, Channel 14 Israel pada hari Selasa (13/1) melaporkan bahwa Israel percaya Trump telah memutuskan untuk melancarkan serangan terhadap Iran dan sekarang sedang menunggu saat yang tepat, meskipun ada laporan tentang pembicaraan antara utusan presiden AS Steve Wittkopf dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Pengamat Ahmad Farouk menepis kemungkinan unjuk rasa akbar itu akan memengaruhi kemungkinan dan waktu terjadinya serangan potensial. Namun, dia percaya bahwa demonstrasi tersebut bertujuan mengurangi dampaknya dengan menunjukkan dukungan rakyat terhadap pemerintah, serupa dengan apa yang terjadi selama perang 12 hari.

Penilaian lain menyebutkan bahwa kegagalan Washington dan Israel menyerang pemerintah Iran melalui protes akan mendorong mereka ke arah opsi militer, terutama setelah Trump mulai menerapkan tekanan ekonomi dengan memberlakukan tarif tambahan sebesar 25% pada barang-barang dari negara mana pun yang berdagang dengan Teheran.

Sementara itu, Shamsmengatakan bahwa salah satu skenario yang sedang dipertimbangkan adalah bahwa kerusuhan di Iran dimaksudkan untuk membuka jalan bagi intervensi asing dan serangan militer terhadap Iran.

Alhasil, sebagian besar penilaian memprediksi akan adanya serangan, terlepas dari skala atau waktunya. Karena itu, kesiapan Iran menangkis potensi agresi terlihat jelas dalam pernyataan para petinggi militer dan pejabat negara, bahkan dalam Rencana Keamanan Nasional yang dirilis belakangan ini, yang menganggap indikasi ancaman potensial sebagai tindakan agresi yang memerlukan tanggapan. (mm/almayadeen)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love1
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account