Teheran, LiputanIslam.com – Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Esmaeil Baghaei, memastikan Angkatan Bersenjata negara ini siap sepenuhnya melawan agresi militer musuh-musuhnya.
Ditanya pada konferensi pers tentang kemungkinan perang, Baghaei pada hari Senin (12/1) juga memastikan negaranya memantau situasi dengan cermat.
“Bangsa kita telah menunjukkan bahwa, dengan kekuatan penuh dan keberanian yang total, membela integritas Iran, dan kesiapan kita meningkat dengan hati-hati dan dari waktu ke waktu, dan angkatan bersenjata kita, seperti di masa lalu, akan siap untuk menangkis setiap tindakan agresi,” katanya.
Dia juga menyebutkan bahwa kerusuhan baru-baru ini di Iran disebabkan oleh pernyataan intervensionis yang “sangat jelas” oleh pejabat AS dan Israel.
“Protes damai disambut dengan tanggapan yang tepat oleh pemerintah. Tetapi pada tahap kedua, negara ini dihadapkan dengan gelombang senjata, termasuk senjata api, di samping pernyataan intervensionis pejabat AS dan Israel,” katanya.
Beberapa pemilik toko pekan lalu menggelar protes jalanan terbatas di beberapa kota di Iran terkait ketidakstabilan ekonomi, tetapi demonstrasi tersebut berubah menjadi kekerasan setelah ada pernyataan publik oleh tokoh-tokoh AS dan Israel yang menyerukan vandalisme dan kekacauan.
Baghaei menambahkan bahwa kali ini, para pejabat Amerika dan Israel mengungkapkan campur tangan mereka secara sangat terbuka.
Menurut Baghaei, intervensi ini jelas dimaksudkan untuk menciptakan kekerasan dan kekacauan di Iran.
“Banyak yang percaya bahwa peristiwa yang terjadi beberapa hari belakangan adalah ‘hari ke-13’ agresi AS-Israel terhadap negara kita,” katanya.
Menanggapi klaim Presiden AS Donald Trump tentang pembicaraan dengan Iran, Baghaei mengatakan, “Saluran komunikasi terbuka antara menteri luar negeri Iran dan utusan khusus presiden AS, melalui mana pesan dipertukarkan kapan pun diperlukan.”
Dia menambahkan bahwa saluran ini berada di samping saluran resmi, yaitu kedutaan Swiss yang bertindak sebagai Bagian Kepentingan AS di Iran.
Ia menegaskan bahwa pihak AS telah mengangkat beberapa isu, dan menegaskan kembali bahwa Iran tidak pernah meninggalkan meja perundingan dan selalu berkomitmen pada diplomasi. Namun dia menambahkan bahwa Teheran menginginkan negosiasi yang bermakna dan saling menguntungkan. (mm/presstv)