Teheran, LiputanIslam.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negara tidak boleh membiarkan para perusuh mengecaukan keamanan, dan menekankan bahwa protes berbeda dengan kerusuhan.
“Jika rakyat memiliki kekhawatiran, adalah tugas kita untuk menyelesaikan kekhawatiran mereka, tetapi tugas yang lebih tinggi adalah kita tidak boleh membiarkan sekelompok perusuh datang dan mengganggu seluruh masyarakat,” katanya dalam sebuah wawancara televisi pada hari Minggu (11/1).
Kepada kaum muda Iran, Pezeshkian menyerukan “untuk tidak tertipu oleh para perusuh dan teroris ini”. Dia juga menyerukan kepada warga Iran untuk tidak membiarkan anak-anak mereka bergabung dengan “para perusuh dan teroris.”
Dia memperingatakan, “Musuh-musuh rakyat Iran telah melatih sekelompok orang baik di dalam maupun di luar negeri untuk menghancurkan properti publik dan swasta serta membunuh warga sipil.”
Dia menambahkan, “Musuh telah menyusupkan teroris terlatih ke negara ini. Para perusuh dan penyabot bukanlah orang-orang yang berdemonstrasi. Kami mendengarkan para demonstran dan telah melakukan upaya maksimal untuk menyelesaikan masalah mereka.”
Presiden menegaskan kembali bahwa AS dan Israel berada di balik kerusuhan kekerasan di negara itu.
“AS dan Israel mengatakan ‘kami mendukung kalian’. Orang-orang yang sama yang membunuh anak-anak dan bayi di negara kita menyuruh para perusuh ini untuk pergi dan menghancurkan serta membakar,” kata Pezeshkian, merujuk pada agresi militer terhadap Iran pada Juni 2025.
Presiden mengatakan bahwa pemerintahannya bertanggung jawab menyelesaikan masalah negara dan meredakan kekhawatiran publik, sekaligus mencegah para perusuh merusak keamanan.
Pezeshkian menekankan bahwa pembunuhan warga sipil “sama sekali tidak dapat diterima” dan bahwa AS dan Israel melatih para perusuh dan mendukung mereka. (mm/presstv)